Klikjateng, BLORA – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengajak para alumni dan diaspora asal Kabupaten Blora untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para putra daerah yang berkiprah di berbagai wilayah menjadi modal penting untuk mewujudkan Blora yang lebih maju.
Ajakan tersebut disampaikan saat acara ramah tamah bersama para sesepuh dan alumni lintas angkatan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri anggota Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Blora (ILUSA), para alumni dari berbagai SMP di Kabupaten Blora, serta sejumlah tokoh yang telah berkiprah di luar daerah.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan obrolan penuh nostalgia dan kebersamaan. Momentum pulang kampung itu dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar gagasan mengenai arah pembangunan Kabupaten Blora.
Turut hadir Wakil Bupati Blora Sri Setyorini dan mantan Bupati Blora Yudhi Sancoyo.
“Kami menyadari bahwa membangun Blora tidak bisa dilakukan sendiri. Kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari Bapak dan Ibu semua demi kemajuan Kabupaten Blora,” tutur Arief.
Ia menegaskan, pembangunan Blora membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk para alumni dan diaspora yang memiliki pengalaman, jaringan, serta keahlian di berbagai bidang.
Jalan dan Air Bersih Jadi Prioritas
Dalam pertemuan tersebut, Arief memaparkan sejumlah program pembangunan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Blora. Infrastruktur jalan dan ketersediaan air bersih masih menjadi kebutuhan utama masyarakat yang terus diupayakan pemenuhannya.
“Bagi masyarakat Blora, yang penting jalan bagus dan mulus. Hal-hal lainnya dapat menyusul secara bertahap,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang baik berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, aktivitas peternakan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu upaya yang diharapkan mempercepat perbaikan infrastruktur adalah dukungan pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Salah satunya berupa rencana penanganan ruas jalan Doplang–Bangklean.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Blora juga terus mendorong pengembangan sumber daya air melalui pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan dan Bendungan Karangnongko di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kedua proyek tersebut diharapkan mendukung pengelolaan air, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pertanian saat musim kemarau.
Kampus UNY hingga Pengembangan Desa Organik
Di sektor pendidikan, pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Peletakan batu pertama pembangunan kampus di kawasan depan Pasar Sido Makmur menjadi penanda dimulainya pengembangan fasilitas pendidikan tersebut.
Kawasan kampus itu direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk pusat olahraga, kolam renang, dan stadion. Pengembangan program studi, antara lain di bidang olahraga dan pariwisata, diharapkan dapat membuka peluang pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Blora.
Pengembangan UNY juga diarahkan agar dapat berjalan beriringan dengan perguruan tinggi yang telah ada, termasuk Universitas Teknologi Ronggolawe Cepu, sehingga mampu saling melengkapi dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Selain pendidikan, Pemkab Blora turut mendorong pengembangan pertanian organik melalui proyek percontohan desa organik. Program tersebut diharapkan menghasilkan produk pangan bernilai ekonomi lebih tinggi, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan kawasan sekitar Pasar Sido Makmur, termasuk rencana kehadiran kantor imigrasi untuk mendukung pelayanan masyarakat dan aktivitas kawasan.
Budaya dan Pariwisata Jadi Potensi Daerah
Arief juga mendorong agar pembangunan Blora berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.
Sejumlah agenda kebudayaan, seperti Blora Culture Festival yang menampilkan tarian seribu penari tayub, menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni tradisional daerah kepada masyarakat luas.
Potensi wisata alam juga terus dikembangkan, termasuk Goa Terawang yang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Blora.
Kunjungan ke destinasi tersebut turut menjadi agenda para alumni setelah mengikuti ramah tamah. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan itu diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap potensi wisata daerah.
Berbagai kegiatan budaya dan pariwisata tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyambut Hari Jadi Kabupaten Blora pada Desember mendatang.

Alumni Wujudkan Kepedulian melalui Bantuan Air Bersih
Pertemuan alumni dan diaspora itu tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga diwarnai aksi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebelum ramah tamah berlangsung, Bupati Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini dan perwakilan ILUSA secara simbolis melepas armada truk bantuan air bersih tahap kedua untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian para alumni terhadap masyarakat di kampung halaman, terutama dalam menghadapi keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Salah satu sesepuh alumni, Wisnu Sunarto, mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali berkumpul bersama para alumni dan tokoh daerah.
Bagi para alumni dan diaspora, pulang kampung bukan sekadar melepas rindu terhadap tanah kelahiran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Melalui silaturahmi, pertukaran gagasan, dan kegiatan sosial, Pemkab Blora berharap hubungan dengan para alumni semakin kuat sehingga dapat menjadi kekuatan bersama dalam mendorong kemajuan Kabupaten Blora.






