Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Blora Ajak Alumni dan Diaspora Pulang Kampung, Bersama Bangun Daerah Blora Go Organik, Bupati Gandeng IPB Perkuat Pasar Beras Organik Petani Gondel ILUSA Salurkan 408 Tangki Air Bersih di Blora, Budhe Rini Dorong Solusi Jangka Panjang ‎ Pemkab Rembang Siapkan Rp800 Juta untuk Benahi Stadion Krida dan Bangun Asrama Atlet Sarif Abdillah Minta PKB Blora Tak Sekadar Kejar Kursi, tapi Menang di Hati Rakyat Ribuan Penari Meriahkan BCF 2026 di Goa Terawang, Blora Bidik Karisma Event Nusantara

Berita

Blora Go Organik, Bupati Gandeng IPB Perkuat Pasar Beras Organik Petani Gondel

badge-check


					Blora Go Organik, Bupati Gandeng IPB Perkuat Pasar Beras Organik Petani Gondel Perbesar

Klikjateng, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong pengembangan pertanian organik melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi dan dunia usaha. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan produksi dan perluasan akses pasar.

‎

‎Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Dosen Pulang Kampung IPB University di Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Minggu (11/10/2026). Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya di Kabupaten Blora, kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Pemasaran Digital Produk Organik untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan dalam Program Blora Go Organik”.

‎

‎Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyambut baik keterlibatan IPB University dalam mendampingi petani. Menurutnya, Desa Gondel memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertanian organik.

‎

‎“Desa Gondel ini, selain memiliki sumber daya yang bagus, masyarakat petaninya juga punya potensi di bidang organik,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut.

‎

‎Ia menjelaskan, pengembangan pertanian organik menjadi salah satu upaya Pemkab Blora untuk membangun sistem pertanian yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.

‎

‎Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dinilai turut membuka peluang bagi produk pangan organik. Karena itu, pengembangan sektor ini perlu diikuti dengan pendampingan petani, penguatan kualitas produk, serta pemasaran yang tepat.

‎

‎“Kita juga berusaha merawat bumi kita menjadi sehat. Ini juga merupakan warisan untuk anak cucu kita nanti,” ungkapnya.

‎

‎Dorong Beras Organik Masuk RSUD hingga Lingkungan ASN

‎

‎Mas Arief menegaskan, pengembangan pertanian organik tidak cukup hanya berfokus pada budidaya. Pemerintah daerah juga akan mendorong pengolahan hasil panen, pengemasan, hingga pemasaran agar produk petani memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.

‎

‎Pemkab Blora telah menjalin kemitraan dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), salah satunya ID FOOD, untuk membuka peluang penyerapan hasil panen petani organik.

‎

‎Selain itu, pemerintah daerah berencana mendorong pemanfaatan beras organik produksi petani Blora di lingkungan pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik.

‎

‎“Nanti saya akan coba di RSUD, khususnya untuk pasien VIP, makanannya dari beras organik. Termasuk juga ASN, nanti untuk yang eselon II kita dorong untuk wajib membeli dan menggunakan beras organik dari para petani kita,” jelasnya.

‎

‎Menurut Mas Arief, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pasar beras organik lokal sekaligus memberikan kepastian permintaan bagi petani.

‎

‎Pemkab Blora juga membuka peluang pemberian beasiswa bagi putra-putri daerah yang ingin menempuh pendidikan di bidang pertanian di IPB University. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan potensi pertanian di daerah asalnya.

‎

‎“Syaratnya harus pulang ke kampung halaman untuk bisa mengelola tanah di desanya,” tegasnya.

‎

‎Ia mengajak IPB University, ExxonMobil Cepu Field, Bina Trubus Swadaya, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bersama-sama mengawal program Blora Go Organik.

‎

‎“Kalau kita bergandengan tangan antara kampus, perusahaan, dan pemerintah, insyaallah bisa,” katanya optimistis.

‎

‎IPB Siapkan Pendampingan dan Perluasan Pasar

‎

‎Ketua Tim Dosen Pulang Kampung IPB University Kabupaten Blora, Prof. Bayu Krisnamurthi, menyatakan kesiapan timnya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani organik di Desa Gondel.

‎

‎Mantan Direktur Utama Perum Bulog dan mantan Wakil Menteri Pertanian RI yang merupakan putra asli Kecamatan Ngawen tersebut menilai pertanian organik memiliki prospek menjanjikan seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas pangan.

‎

‎“Ke depan, permintaan produk organik akan sangat besar. Kesadaran akan kesehatan akan mendorong kebutuhan terhadap produk organik. Sehingga program Pak Bupati terkait pertanian dan perkebunan organik diharapkan membawa kesejahteraan kepada para petani dan memberikan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

‎

‎Dalam program tersebut, tim IPB University juga melibatkan mahasiswa melalui skema Capstone atau Kuliah Praktik Terpadu. Mahasiswa akan membantu petani mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran, dan menjajaki peluang kemitraan usaha.

‎

‎Prof. Bayu menyebutkan, pendampingan akan difokuskan pada dua potensi unggulan Desa Gondel. Pertama, pengembangan pemasaran beras Mentik Susu Organik agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

‎

‎Salah satu peluang yang dijajaki adalah menjadikan beras organik dari Gondel sebagai pemasok kebutuhan katering Bina Trubus Swadaya. Dengan adanya kemitraan tersebut, petani diharapkan memiliki kepastian pasar sebelum masa panen.

‎

‎“Bagaimana caranya nanti beras Mentik Susu dari Gondel bisa menjadi pemasok katering Trubus, sehingga panen sudah ada yang beli,” jelas Prof. Bayu.

‎

‎Potensi kedua adalah pengembangan media tanam organik berbahan baku lokal, seperti kotoran sapi dan sekam. Produk tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani melalui diversifikasi usaha berbasis sumber daya yang tersedia di desa.

‎

‎Dalam tim Dosen Pulang Kampung IPB University tersebut turut bergabung Dr. Anna Fariyanti yang berasal dari Kecamatan Cepu, serta Dr. Suprehatin, Herawati, dan Vanesha Miranda.

‎

‎Pemasaran Digital dan Kualitas Produk Jadi Perhatian

‎

‎Dukungan terhadap pengembangan Blora Go Organik juga disampaikan perwakilan ExxonMobil Cepu Field, Wahyu Sadewo. Ia menilai pemasaran menjadi bagian penting dalam rantai produksi pertanian karena menentukan penerimaan konsumen dan nilai ekonomi produk.

‎

‎Menurutnya, keunggulan produk organik perlu diimbangi dengan pengendalian kualitas, pengemasan, penyimpanan, serta strategi pemasaran yang tepat.

‎

‎Ia mencontohkan, beras organik relatif rentan terhadap serangan kutu apabila penyimpanannya tidak dilakukan dengan baik. Karena itu, penanganan pascapanen perlu diperhatikan agar mutu produk tetap terjaga dan kepercayaan konsumen dapat dipertahankan.

‎

‎Melalui pelatihan pemasaran digital dan pendampingan usaha, petani diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami cara memasarkan produknya secara lebih efektif.

‎

‎Dalam kegiatan tersebut, Bina Trubus Swadaya juga menyerahkan 120 bibit pohon buah yang terdiri atas jambu air Green Giant, nangka madu, alpukat Miki, dan mangga Cokanan. Bibit tersebut selanjutnya akan dibudidayakan di Desa Gondel untuk mendukung pengembangan pertanian dan perkebunan masyarakat.

‎

‎Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan ExxonMobil Cepu Field, Bina Trubus Swadaya, Pj Sekda Blora, Kepala DP4 Blora, Kepala Dinas PMD Blora, serta para petani organik Desa Gondel.

‎

‎Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani, program Blora Go Organik diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian berkelanjutan, memperluas akses pasar produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Blora.

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita