Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Kementerian PU Pastikan Bendungan Cabean dan Karangnongko Berlanjut, Pasar Ngawen Siap Ditempati November

badge-check


					Kementerian PU Pastikan Bendungan Cabean dan Karangnongko Berlanjut, Pasar Ngawen Siap Ditempati November Perbesar

Klikjateng, BLORA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko di Kabupaten Blora terus berproses. Meski menghadapi penyesuaian anggaran dan persoalan pengadaan tanah, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berupaya mendorong kelanjutan kedua proyek strategis tersebut.

‎

‎Di sisi lain, pembangunan Pasar Ngawen telah rampung 100 persen dan ditargetkan mulai ditempati pedagang pada November 2026.

‎

‎Kepastian tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama jajaran Kementerian PU di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Jumat (9/10/2026).

‎

‎Rapat tersebut dihadiri Ketua Satgas Sosial Ir. Lucky Korah, Plh. Kepala BBWS Bengawan Solo Nimbrot Numaropen, serta perwakilan Plt. Kepala BBWS Pemali Juana, Kepala Bidang PJSA Lalu Ardian Bagus Nugroho. Turut hadir unsur Forkopimda Blora, Pj. Sekda Blora, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Kanwil ATR/BPN Jawa Tengah dan Kantah ATR/BPN Blora, serta perwakilan Ditjen Planologi Kementerian Kehutanan secara daring.

‎

‎Bupati Blora mengatakan, pertemuan tersebut membahas keberlanjutan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko, sekaligus memastikan kesiapan Pasar Ngawen agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

‎

‎“Alhamdulillah, hari ini dari tim pusat, dipimpin Pak Lucky dari Kementerian PU, kita tadi membahas tentang beberapa hal. Yang pertama soal Bendungan Cabean, yang kedua Karangnongko, ada juga sedikit menyinggung soal Pasar Ngawen,” ungkap Bupati.

‎

‎Dorong Bendungan Cabean Masuk PSN

‎

‎Terkait Bendungan Cabean, Pemkab Blora berupaya mendorong pemerintah pusat agar proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat dukungan anggaran sehingga pembangunan bendungan bisa berlanjut hingga selesai.

‎

‎Bupati menjelaskan, penyelesaian Bendungan Cabean yang semula ditargetkan pada 2026 mengalami penyesuaian menjadi 2028 akibat kebijakan efisiensi anggaran.

‎

‎“Kita sedang mendorong ke beberapa pemerintah pusat agar Bendungan Cabean bisa ditetapkan sebagai PSN juga, agar nanti sisi penganggaran bisa didorong,” jelasnya.

‎

‎Sementara itu, Kepala Bidang PJSA BBWS Pemali Juana, Lalu Ardian Bagus Nugroho, mengungkapkan progres pembangunan Bendungan Cabean telah mencapai 25,6 persen.

‎

‎Berdasarkan kontrak awal, pekerjaan dimulai pada Desember 2023 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Namun, kebijakan efisiensi anggaran yang diikuti penyesuaian komposisi anggaran berdampak pada perubahan jadwal penyelesaian proyek.

‎

‎“Cabean yang semula ditargetkan selesai Desember 2026, karena terkait efisiensi penganggaran dan sebagainya, kita melakukan usulan penambahan waktunya hingga selesai di 2028,” ungkapnya.

‎

‎Bendungan Karangnongko, Pengadaan Tanah Masih Berproses

‎

‎Selain Bendungan Cabean, Pemkab Blora juga terus mengawal pembangunan Bendungan Karangnongko yang masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan pengadaan tanah di wilayah Kabupaten Blora.

‎

‎Plh. Kepala BBWS Bengawan Solo, Nimbrot Numaropen, menyampaikan bahwa pembangunan bendungan tersebut terus berjalan. Meski demikian, proses pengadaan tanah masih menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan.

‎

‎Bupati Blora mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait tanah yang digunakan untuk pembangunan bendungan. Koordinasi juga akan dilakukan bersama Bupati Bojonegoro dan Bupati Ngawi untuk mendorong kelanjutan proyek tersebut.

‎

‎Selain memastikan pembangunan fisik, pemerintah daerah turut memikirkan solusi bagi masyarakat yang terdampak pembangunan bendungan.

‎

‎Menurut Bupati, terdapat sekitar lima desa yang terdampak. Salah satu opsi yang akan diusulkan kepada pemerintah pusat adalah program transmigrasi lokal atau translok bagi masyarakat yang membutuhkan solusi atas dampak pembangunan.

‎

‎“Jadi nanti kami dengan Bupati Bojonegoro dan Bupati Ngawi akan berupaya agar melanjutkan Karangnongko ini, termasuk harapan masyarakat kita ada sekitar lima desa terdampak. Nanti bagaimana masyarakat yang terdampak ini, seperti ada program translok, transmigrasi lokal. Ini akan kita usulkan ke pemerintah pusat untuk solusi tentang hal itu,” kata Bupati.

‎

‎Pasar Ngawen Rampung 100 Persen

‎

‎Di tengah upaya mengawal pembangunan dua bendungan, Pemkab Blora juga memastikan persiapan operasional Pasar Ngawen terus berjalan. Progres pembangunan pasar tersebut telah mencapai 100 persen.

‎

‎Tahapan selanjutnya meliputi penyelesaian aspek teknis, penataan pedagang, serta proses penyerahan pengelolaan sementara dari Satker Prasarana Strategis Jawa Tengah kepada Pemkab Blora.

‎

‎Bupati berharap pasar tersebut dapat segera difungsikan sehingga para pedagang bisa menempati bangunan baru sesuai target yang telah direncanakan.

‎

‎“Tadi disampaikan targetnya di November, semoga sudah bisa ditempati,” ungkapnya.

‎

‎Perwakilan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Imam, menjelaskan bahwa pembangunan fisik Pasar Ngawen telah selesai. Saat ini, proses perbaikan teknis dan penyerahan pengelolaan sementara menjadi bagian dari persiapan sebelum pasar digunakan.

‎

‎Ketika ditanya mengenai target pasar mulai ditempati pedagang pada November 2026, Imam menyatakan hal tersebut memungkinkan dilakukan karena pekerjaan fisik telah rampung.

‎

‎“Bisa, karena secara progres sudah selesai,” ujarnya.

‎

‎Dengan rampungnya pembangunan Pasar Ngawen, pemerintah berharap aktivitas perdagangan dapat segera berjalan di fasilitas baru tersebut. Sementara itu, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengawal kelanjutan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko demi mendukung kebutuhan air serta pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita