Menu

Mode Gelap
Kontingen Rembang Raih Medali Perunggu Popda Jateng 2026 dari Cabor Atletik Warsit Tegas Dukung RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor: Demi Kebaikan Bangsa dan Negara PKB Blora Mulai Regenerasi DPAC, Calon Ketua PAC Dibatasi Usia Maksimal 35 Tahun KORMI Blora Lantik Lima INORGA, 25 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan Bupati Kudus dan Pangdam Diponegoro Tinjau Jembatan Merah Putih serta Sumur Bor di Jekulo Tiga Kecelakaan Diduga Terkait Galian Fiber Optik di Jepon, Polisi Minta Pelaksana Bertanggung Jawab

Berita

PKB Blora Mulai Regenerasi DPAC, Calon Ketua PAC Dibatasi Usia Maksimal 35 Tahun

badge-check


					PKB Blora Mulai Regenerasi DPAC, Calon Ketua PAC Dibatasi Usia Maksimal 35 Tahun Perbesar

Klikjateng, Blora – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai melakukan regenerasi kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).

‎Regenerasi tersebut dilakukan dengan memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda untuk terlibat dalam struktur kepengurusan partai.

‎Langkah itu ditandai dengan kegiatan taaruf pengurus baru sekaligus Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) bagi calon ketua DPAC PKB se-Kabupaten Blora. Kegiatan berlangsung di Pondok Darul Musthofa, Desa Talok, Kecamatan Ngawen, Kamis (3/9/2026).

‎Ketua DPC PKB Blora, Arief Rohman, mengatakan UKK menjadi bagian dari mekanisme internal partai untuk menentukan kepengurusan DPAC yang baru.

‎Menurutnya, salah satu ketentuan dalam proses tersebut yakni calon ketua DPAC PKB maksimal berusia 35 tahun.

‎”Hari ini acara taaruf pengurus yang baru dirangkai dengan acara UKK, yaitu uji kelayakan dan kompetensi untuk ketua DPAC PKB se-Kabupaten Blora. Sesuai aturan, untuk ketua PAC PKB ini usianya maksimal 35 tahun,” ujar Arief.

‎Ia menjelaskan, pembatasan usia tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam perjalanan PKB di Kabupaten Blora.

‎”Jadi dibutuhkan penyegaran dan perubahan yang kita lakukan hari ini,” katanya.

‎Selain regenerasi kepengurusan, PKB Blora juga mulai memperkuat pendekatan kepada kelompok pemilih muda. Arief menilai generasi muda akan menjadi kelompok penting dalam peta pemilih pada masa mendatang.

‎”Kita menyasar milenial dan demografi para pemilih ke depan rata-rata anak muda. Kita ingin menjadi partai yang peduli untuk anak-anak muda yang ada di Kabupaten Blora,” ujarnya.

‎Menurut Arief, PKB akan membuka ruang bagi anak muda yang memiliki kepedulian terhadap politik untuk bergabung dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

‎Upaya tersebut, kata dia, bukan semata-mata untuk menambah jumlah kader. Lebih dari itu, PKB ingin membentuk generasi baru yang memahami politik sekaligus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat.

‎”Bagaimana kita merekrut anak-anak muda yang peduli dengan politik dan bisa berkontribusi untuk masyarakat,” katanya.

‎Arief juga menegaskan bahwa PKB akan terus membangun sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi yang memiliki hubungan historis dengan kelahiran PKB.

‎”Intinya PKB ini dilahirkan oleh NU. Yang utama adalah bagaimana nanti ke depan kita bersinergi antara NU dan PKB untuk menumbuhkan manfaat bagi Kabupaten Blora,” ungkapnya.

‎Kegiatan taaruf dan UKK tersebut turut dihadiri para ketua PAC serta jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Blora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita