Klikjateng, Kudus – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat dan Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie meninjau Jembatan Merah Putih dan sumur bor di Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dukungan TNI AD yang turut membantu pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan jembatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses dan mendukung aktivitas ekonomi serta pertanian.
“Terima kasih kepada TNI AD yang terus bersinergi membantu pembangunan di Kabupaten Kudus. Infrastruktur seperti jembatan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan aksesibilitas masyarakat, menghemat waktu tempuh, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian,” ujar Sam’ani.
Sam’ani menyebut hingga kini sebanyak 11 jembatan telah terealisasi melalui dukungan tersebut. Jumlah itu terdiri atas satu jembatan arco, dua jembatan gantung, dan delapan jembatan beton. Sementara sejumlah pembangunan jembatan lainnya masih dalam proses.
Selain jembatan, dukungan TNI juga diwujudkan melalui pembangunan sumur bor, irigasi perpompaan, dan pipanisasi. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus menunjang sektor pertanian.
Menurut Sam’ani, ketersediaan sarana air turut mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan air.
“Ini merupakan keberkahan bagi masyarakat Kudus. Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan jajaran TNI AD atas perhatian serta dukungannya. Tentu fasilitas yang sudah dibangun harus dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menegaskan komitmen TNI AD untuk terus mendukung program pemerintah, terutama pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Pembangunan desa adalah kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Achiruddin.
Ia menekankan pembangunan infrastruktur desa harus memperhatikan aspek kualitas dan keamanan agar dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Selain itu, ketersediaan air melalui sumur bor dan irigasi perpompaan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta produktivitas pertanian.
Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menambahkan, pembangunan jembatan dan sarana air merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Sebanyak 11 jembatan sudah terealisasi, sementara beberapa lainnya masih dalam proses. Kami berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Keberadaan jembatan dan sarana pengairan tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas warga, sekaligus menunjang kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kudus.
Pemkab Kudus berharap sinergi bersama TNI AD dapat terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur mampu memberikan dampak nyata, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.






