Menu

Mode Gelap
Kontingen Rembang Raih Medali Perunggu Popda Jateng 2026 dari Cabor Atletik Warsit Tegas Dukung RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor: Demi Kebaikan Bangsa dan Negara PKB Blora Mulai Regenerasi DPAC, Calon Ketua PAC Dibatasi Usia Maksimal 35 Tahun KORMI Blora Lantik Lima INORGA, 25 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan Bupati Kudus dan Pangdam Diponegoro Tinjau Jembatan Merah Putih serta Sumur Bor di Jekulo Tiga Kecelakaan Diduga Terkait Galian Fiber Optik di Jepon, Polisi Minta Pelaksana Bertanggung Jawab

Berita

Estafet Tunas Kelapa Hari Pramuka ke-65 Dimulai dari Blora, Tempuh 50 Kilometer Menuju Grobogan

badge-check


					Estafet Tunas Kelapa Hari Pramuka ke-65 Dimulai dari Blora, Tempuh 50 Kilometer Menuju Grobogan Perbesar

Klikjateng, Blora – Semangat memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 menggema di Kabupaten Blora. Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah mengawali tradisi Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 dari Kabupaten Blora, Selasa (1/9/2026).

‎Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di Lapangan Kridosono Blora dan dilepas langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Blora, Kak Hj. Sri Setyorini, yang juga Wakil Bupati Blora.

‎Pelepasan ditandai dengan upacara yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para pelajar Pramuka dari tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat di wilayah Kwartir Ranting (Kwarran) Blora Kota.

‎Barisan ETK tampak semarak. Pasukan pembawa bendera Merah Putih, tunas kelapa, bendera semaphore, serta Pramuka Penegak berjalan bersama menempuh perjalanan. Dari Lapangan Kridosono, rombongan berjalan kaki sejauh sekitar 3,5 kilometer menuju Kantor Camat Blora Kota.

‎Perjalanan tersebut turut diiringi penampilan drumband Gita Smaradhana SMA Negeri 1 Blora, menambah semarak suasana pelepasan.

‎Dalam amanatnya yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Jawa Tengah, Sri Setyorini menyampaikan bahwa ETK merupakan salah satu tradisi kebanggaan Gerakan Pramuka Jawa Tengah.

‎“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya kita dapat menyelenggarakan tradisi kebanggaan Pramuka Jawa Tengah, yaitu Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka di Jawa Tengah.

‎Peringatan tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

‎Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat agar Pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung kedaulatan pangan melalui kreativitas dan inovasi.

‎Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah melalui prinsip “Ngopeni dan Nglakoni.”

‎“Ngopeni atau merawat dan peduli merupakan wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal di setiap etape wilayah yang dilalui,” jelasnya.

‎Sementara Nglakoni, kata dia, merupakan cerminan ketangguhan pasukan ETK yang menempuh berbagai rute dengan bekerja keras, disiplin, serta mempraktikkan keterampilan hidup melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

‎Melalui semangat tersebut, Gerakan Pramuka Jawa Tengah diharapkan terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

‎Sri Setyorini juga berpesan kepada seluruh peserta ETK, pembina, pendamping, serta jajaran Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting agar menjaga kesehatan, keselamatan dan kekompakan selama perjalanan.

‎“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah setempat serta elemen masyarakat,” pesannya.

‎Ia menambahkan, generasi muda saat ini menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, hingga perubahan dunia kerja.

‎Karena itu, Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan sekaligus karakter.

‎“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan. Pramuka harus bisa mencetak generasi Blora yang mandiri, aktif, kreatif dan inovatif dalam menghadapi kemajuan zaman,” tegasnya.

‎Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Blora, penyerahan lencana penghargaan kepada sejumlah pembina Pramuka, serta piagam penghargaan kepada peserta Jambore Nasional Pramuka 2026 yang telah kembali dari Bumi Perkemahan Cibubur.

‎Salah satu peserta, Ridhwan (15), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Pramuka memberikan banyak pengalaman dan memperluas pertemanan secara positif.

‎“Alhamdulillah selama mengikuti kegiatan Pramuka, banyak ilmu yang saya peroleh. Tentang kemandirian, kebangsaan, cinta tanah air, kedisiplinan, dan lainnya. Terima kasih Pramuka Blora,” tuturnya.

‎Tempuh 50 Kilometer dalam 8 Etape

‎Ketua Panitia Penyelenggara ETK 2026, Kak Yatni, menjelaskan bahwa perjalanan ETK dari Blora menuju Kwarcab Grobogan menempuh jarak sekitar 50 kilometer yang dibagi menjadi delapan etape.

‎“Pasukan Estafet Tunas Kelapa Tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2026 Kwartir Cabang Blora, hari ini Selasa tanggal 1 September 2026 diberangkatkan dari Lapangan Kridosono Blora menuju Kwarcab Grobogan dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer, terbagi dalam delapan etape perjalanan,” jelasnya.

‎Etape pertama dimulai dari Lapangan Kridosono menuju Kantor Camat Blora atau depan Pasar Sido Makmur, yang ditempuh pasukan dari Kwarran Blora.

‎Selanjutnya, etape kedua dari Pasar Sido Makmur menuju SDN 1 Klopoduwur oleh pasukan Kwarran Banjarejo.

‎Etape ketiga dilanjutkan dari SDN 1 Klopoduwur menuju SMA Negeri 1 Randublatung. Pada etape ini, perlengkapan ETK dibawa menggunakan kendaraan karena jalur yang dilalui merupakan kawasan hutan jati dengan jarak sekitar 21 kilometer.

‎Dari SMA Negeri 1 Randublatung, perjalanan berlanjut ke Masjid Desa Bekutuk pada etape keempat oleh pasukan Kwarran Randublatung.

‎Etape kelima dilanjutkan dari Masjid Desa Bekutuk menuju MTs Islamiyah Pengkoljagong, Kecamatan Jati, oleh pasukan kedua Kwarran Randublatung.

‎Kemudian etape keenam dari MTs Islamiyah menuju BKK Jati ditempuh pasukan Kwarran Jati.

‎Etape ketujuh dilanjutkan dari BKK Jati menuju Balongkal, masih oleh pasukan Kwarran Jati.

‎Terakhir, etape kedelapan dari Balongkal menuju perbatasan Blora-Grobogan di Desa Singget.

‎Di titik tersebut, tunas kelapa secara resmi diserahkan oleh pasukan Kwarcab Blora kepada pasukan Kwarcab Grobogan untuk melanjutkan perjalanan ETK.

‎“Di sini dilaksanakan serah terima dari Kwarcab Blora kepada Kwarcab Grobogan,” pungkas Yatni.

‎Seluruh rangkaian delapan etape tersebut ditempuh sekitar sembilan jam. Sepanjang perjalanan, pasukan ETK mendapat sambutan antusias dari para pelajar Pramuka maupun masyarakat yang berada di sepanjang rute.

‎Serah terima di perbatasan Blora-Grobogan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Blora, Hj. Sri Setyorini.

‎Estafet Tunas Kelapa pun berlanjut. Dari Blora, semangat Pramuka diteruskan menuju Grobogan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita