Klikjateng Kudus – Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Inovasi SIMPAD GEO (Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Berbasis Geospasial) yang dikembangkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus berhasil meraih penghargaan Top 10 IDEA Jateng Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Penganugerahan Top 10 IDEA Jateng 2026 yang digelar bersamaan dengan pembukaan Jateng Fair dan Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2026 di kawasan PRPP Semarang, Jumat (26/6/2026).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris turut menghadiri acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tersebut.
Bupati Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, berbasis data, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
”Inovasi ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Melalui SIMPAD GEO, pengelolaan data Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terintegrasi dengan sistem peta digital berbasis geospasial. Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan akurasi data sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain memberikan manfaat bagi pemerintah, inovasi tersebut juga diharapkan mampu mempermudah pelayanan kepada masyarakat dalam mengakses informasi maupun layanan terkait pajak daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sam’ani juga mengapresiasi penyelenggaraan Jateng Fair 2026 yang dinilai menjadi sarana strategis untuk mempromosikan berbagai potensi daerah, produk unggulan, inovasi, serta peluang investasi dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
”Jateng Fair menjadi etalase pembangunan daerah sekaligus ruang kolaborasi untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Jawa Tengah. Kami mengajak masyarakat untuk datang dan mengenal lebih dekat inovasi serta produk unggulan yang ditampilkan,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jateng Fair bukan sekadar pameran, melainkan wadah yang memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong percepatan pembangunan melalui inovasi.
”Jateng Fair adalah milik bersama. Melalui semangat Action for Transformation, kita tunjukkan inovasi, kreativitas, dan potensi daerah sebagai kekuatan membangun Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah Shafigh Pahlevi Lontoh menjelaskan, tema Action for Transformation yang diusung tahun ini mencerminkan semangat pembaruan dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, Jateng Fair 2026 tidak hanya menghadirkan pameran pembangunan, tetapi juga menampilkan inovasi teknologi, ekonomi kreatif, isu lingkungan, hingga berbagai kegiatan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat.
Jateng Fair dan Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2026 berlangsung selama sepuluh hari, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026 di kawasan PRPP Semarang. Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, UMKM, inovasi pelayanan publik, serta potensi investasi dari seluruh wilayah Jawa Tengah.






