Menu

Mode Gelap
Bupati Harno Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rembang Polsek Todanan Ungkap Komplotan Curanmor Lintas Daerah, Dua Pelaku Diamankan ‎ Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Jepon Gelar Mural Competition Libatkan Pelajar SMP dan SMA Ketua DPRD Blora Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 45 dan 46 di Pendopo Bupati Sekda Grobogan Tekankan Evaluasi dan Kolaborasi untuk Percepat Penurunan Stunting ‎ Komisi C DPRD Blora Dorong Penanganan Permanen Amblesan Tanah di Desa Tutup

Berita

Komisi C DPRD Blora Pelajari Tata Kelola Limbah di Yogyakarta untuk Tingkatkan Sanitasi Daerah

badge-check


					Komisi C DPRD Blora Pelajari Tata Kelola Limbah di Yogyakarta untuk Tingkatkan Sanitasi Daerah Perbesar

Klikjateng Blora – Komisi C DPRD Kabupaten Blora melakukan studi referensi ke Balai Pengolahan Air Limbah dan Pengembangan Jasa Konstruksi pada Dinas PUPR-ESDM Daerah Istimewa Yogyakarta. Senin (11/5/26). Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi C DPRD Blora, Mukhlisin, sebagai upaya memperkuat pengelolaan sanitasi dan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Blora.

‎Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari sistem pengolahan limbah domestik yang telah diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dengan tata kelola yang berkelanjutan.

‎Dalam kunjungan tersebut, Komisi C mendalami berbagai aspek pengelolaan limbah, mulai dari sistem pengolahan terpusat, pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hingga manajemen operasional dan administrasi yang mendukung keberlangsungan infrastruktur sanitasi.

‎Menurut Mukhlisin, pengelolaan limbah yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, DPRD Blora perlu mempelajari daerah yang telah memiliki sistem pengolahan limbah yang berjalan efektif untuk dijadikan referensi dalam pengembangan kebijakan di daerah.

‎Salah satu fokus pembelajaran adalah sistem pengolahan limbah domestik terpusat yang mampu mencegah pencemaran air tanah akibat limbah rumah tangga. Sistem tersebut dinilai penting untuk mendukung ketersediaan sumber air bersih yang aman bagi masyarakat.

‎Selain itu, Komisi C juga mempelajari penerapan teknologi pengolahan limbah yang adaptif dan dapat diterapkan pada kawasan permukiman padat penduduk. Model tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi pengembangan sistem sanitasi di Kabupaten Blora.

‎Tidak hanya aspek teknis, rombongan juga mendalami tata kelola administrasi dan manajemen pengelolaan infrastruktur sanitasi agar fasilitas yang dibangun nantinya dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

‎Mukhlisin menegaskan bahwa hasil studi referensi ini akan menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan serta penguatan infrastruktur sanitasi di Kabupaten Blora.

‎”Kami ingin mempelajari tata kelola yang telah terbukti berhasil agar dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah. Harapannya, Blora tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memiliki kualitas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

‎Komisi C DPRD Blora berharap peningkatan sistem sanitasi dan pengelolaan limbah di masa mendatang dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas pencemaran, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita