Menu

Mode Gelap
Polsek Todanan Ungkap Komplotan Curanmor Lintas Daerah, Dua Pelaku Diamankan ‎ Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Jepon Gelar Mural Competition Libatkan Pelajar SMP dan SMA Sekda Grobogan Tekankan Evaluasi dan Kolaborasi untuk Percepat Penurunan Stunting ‎ Kapolda Jateng Cup 2026 Hadirkan Festival E-Sport, Cosplay, Kuliner hingga Layanan Kesehatan Gratis Pemkab Rembang Percepat Pengalihan Jalur Angkutan Tambang di Kecamatan Sale ‎ Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Blora Bedah Tiga Rumah Warga Kurang Mampu

Berita

Diduga Akibat Ketiduran Saat Memasak Nasi, Tiga Rumah di Kedungtuban Terbakar

badge-check


					Diduga Akibat Ketiduran Saat Memasak Nasi, Tiga Rumah di Kedungtuban Terbakar Perbesar

Klikjateng Blora – Kebakaran hebat menghanguskan tiga rumah di Dukuh Wadung RT 05 RW 05, Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Senin (8/6/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu diduga dipicu kelalaian saat memasak nasi menggunakan kompor gas.

‎Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi Aziz Nurwidyatama sekitar pukul 01.50 WIB. Saat itu saksi mendengar suara “kretek-kretek” dari arah dapur samping rumah milik Satiran (60).

‎“Menurut keterangan istri korban, Ibu Asmuah, beliau ketiduran saat memasak nasi menggunakan kompor gas di dapur. Api kemudian membesar dan dengan cepat menyambar dua rumah lainnya,” ujar AKP Midiyono.

‎Rumah milik Satiran yang digunakan sebagai tempat tinggal, warung pecel, dan bengkel motor ludes terbakar. Bangunan berukuran 7×12 meter dan 4×12 meter tersebut tidak dapat diselamatkan dari amukan si jago merah.

‎Api kemudian merambat ke rumah milik Yuliana berukuran 9×10 meter yang saat kejadian dalam keadaan kosong. Rumah tersebut juga habis terbakar. Sementara rumah milik Sudirman mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur dan kamar akibat jilatan api.

‎Akibat kejadian tersebut, total kerugian material ditaksir mencapai Rp275 juta.

‎Mendapat laporan warga, petugas gabungan dari Polsek Kedungtuban, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, BPBD, Koramil Kedungtuban, serta tim Pemadam Kebakaran Cepu dan Randublatung segera mendatangi lokasi kejadian.

‎Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.

‎“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini keluarga korban utama sementara mengungsi di rumah tetangga,” kata AKP Midiyono.

‎Kapolsek Kedungtuban PS. IPTU Hadi Setyo P., S.H. mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

‎“Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala, apalagi saat mengantuk. Pastikan api sudah padam dan tabung LPG ditutup rapat sebelum tidur. Keselamatan keluarga nomor satu,” pesannya.

‎Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Peristiwa tersebut telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/Gangguan/08/VI/2026/SPKT/Sek Kdtbn/Res Blora/Jateng tertanggal 8 Juni 2026.

‎AKP Midiyono menambahkan, Polres Blora turut prihatin atas musibah yang dialami para korban dan mengajak masyarakat untuk saling membantu.

‎“Kami ikut prihatin atas kejadian ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk saling bahu-membahu membantu warga yang terdampak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita