Klikjateng, Blora — Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami’ Moetiah Blora tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Panitia mencatat sebanyak 40 ekor sapi dan delapan ekor kambing diterima untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah.
Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Kurban Masjid Jami’ Moetiah Blora, Sholikun Niam, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini bertambah dua ekor sapi dibanding tahun lalu yang berjumlah 38 ekor sapi.
“Untuk tahun ini ada 40 ekor sapi dan delapan kambing. Tahun lalu 38 sapi, jadi ada penambahan dua ekor sapi,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, puluhan sapi kurban tersebut berasal dari partisipasi masyarakat sekitar Blora maupun luar wilayah Kota Blora. Jenis sapi yang diterima didominasi sapi limosin dan simental.
Bahkan, terdapat enam ekor sapi dengan bobot lebih dari satu ton. Sementara sapi lainnya rata-rata memiliki bobot 600 hingga 800 kilogram.
“Ada enam ekor sapi yang bobotnya satu ton lebih. Sedangkan lainnya rata-rata 800 kilogram, 700 kilogram, dan paling kecil sekitar 600 kilogram,” katanya.
Panitia menargetkan seluruh proses penyembelihan dapat diselesaikan dalam satu hari. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sekitar 300 orang relawan, jagal, dan anggota Dewan Kemakmuran Masjid dilibatkan dalam proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
“Rencana penyembelihan kami laksanakan satu hari. Untuk tenaga yang terlibat sekitar 300 orang,” jelasnya.
Sebanyak 15 ribu kupon pembagian daging kurban telah disalurkan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Blora. Kupon tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum, kaum duafa, panti asuhan, masjid, dan musala.
“Untuk masyarakat umum kemarin dibagikan sekitar 5.000 kupon. Sisanya untuk panti asuhan, masjid, musala, dan masyarakat di wilayah Kabupaten Blora,” terangnya.
Menariknya, pada pelaksanaan kurban tahun ini panitia memanfaatkan daun jati khas Blora sebagai pembungkus jeroan hewan kurban. Selain dinilai lebih ramah lingkungan, penggunaan daun jati juga menjadi bentuk pelestarian kearifan lokal daerah.
“Khusus daun jati kami gunakan untuk pembungkusan jeroan agar terpisah dari daging, lebih rapi, aman, dan tentunya menjadi ciri khas Blora,” ungkap Niam.
Pengambilan daging kurban untuk masjid dan musala dijadwalkan sebelum pukul 12.00 WIB melalui koordinator masing-masing wilayah. Sementara pembagian untuk masyarakat umum dimulai pukul 13.00 WIB.
Menurut Niam, proses pengajuan penerima daging kurban telah dibuka sejak H-7 Iduladha melalui pengurus masjid maupun media sosial. Setiap pengajuan kemudian diverifikasi oleh panitia.
“Biasanya mereka itu mengajukan proposal melalui koordinator masjid atau musala, kemudian kami lakukan verifikasi,” katanya.
Meski pembagian utama dilakukan menggunakan kupon, panitia tetap membuka kemungkinan pemberian daging kurban kepada masyarakat yang datang tanpa kupon apabila persediaan masih tersedia.

“Insyaallah kalau masih ada, tetap kami berikan. Pembagian daging kurban dilakukan pukul 13.00 WIB,” paparnya.






