Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Sapi Milik Peternak di Bogorejo Dibeli Presiden untuk Kurban, Bobot Capai 1,1 Ton ‎

badge-check


					Sapi Milik Peternak di Bogorejo Dibeli Presiden untuk Kurban, Bobot Capai 1,1 Ton ‎ Perbesar

‎Klikjateng, Blora – Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Blora, Ngaliman, bersama tim bidang peternakan dan kesehatan hewan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, untuk melihat sapi yang akan dibeli Presiden RI sebagai hewan kurban bantuan masyarakat.

‎Dalam kunjungan tersebut, Ngaliman didampingi petugas lapangan inseminasi buatan (IB) guna memastikan kondisi kesehatan dan kualitas sapi milik peternak setempat.

‎“Alhamdulillah, hari ini kami bersama tim Kabid Peternakan dan Kabid Kesehatan Hewan didampingi teman lapangan IB melihat dan mengunjungi sapi yang akan dibeli Bapak Presiden dalam rangka bantuan masyarakat untuk kurban,” kata Ngaliman. Senin (11/5/2026).

‎Sapi milik peternak bernama Rabit itu dibeli dengan harga Rp120 juta sebelum dipotong pajak. Hewan ternak tersebut memiliki bobot mencapai 1,1 ton atau sekitar 1.100 kilogram.

‎“Alhamdulillah sapinya dibeli Rp120 juta dipotong pajak,” ujarnya.

‎Menurut Ngaliman, sapi berukuran jumbo tersebut dipelihara oleh peternak lokal dengan perawatan sederhana seperti sapi pada umumnya. Meski demikian, pertumbuhan sapi dinilai sangat maksimal hingga mencapai bobot lebih dari satu ton di usia sekitar empat tahun.

‎“Peternaknya cuma punya empat sapi, tapi yang satu ini memang besar sekali, sekitar 1.100 kilo. Umurnya sekitar empat tahun,” jelasnya.

‎Ia juga mengungkapkan seluruh sapi yang dilahirkan di peternakan milik Rabit merupakan hasil program inseminasi buatan (IB) yang dilakukan petugas lapangan DP4 Kabupaten Blora.

‎“Semua sapi yang dilahirkan oleh sapinya Pak Rabit tadi merupakan hasil inseminasi buatan dari petugas kita, Pak Yanto,” tambahnya.

‎Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa program inseminasi buatan yang dijalankan pemerintah daerah mampu meningkatkan kualitas ternak masyarakat, termasuk menghasilkan sapi dengan bobot unggul yang diminati untuk kebutuhan kurban nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita