Klikjateng, Blora — Seorang warga Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, berinisial R (79), ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di belakang rumahnya pada Kamis, 30 April 2026.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono. Ia menjelaskan, laporan pertama kali diterima oleh Polsek Kedungtuban dari perangkat desa sekitar pukul 05.00 WIB.
“Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya dalam kondisi tergantung di pohon kedondong yang berada di belakang rumah,” jelas AKP Midiyono.
Saat ditemukan, korban menggunakan tali nilon berwarna biru yang diikatkan pada pohon dengan ketinggian sekitar dua meter. Petugas dari Polsek Kedungtuban bersama tim medis Puskesmas Kedungtuban, Satpol PP, serta perangkat desa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh Bidan Desa Sogo, Sdri. Wiwin Elyanti Maharini, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Disimpulkan bahwa korban meninggal dunia murni akibat gantung diri,” terang Midiyono.
Berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar, korban diketahui tinggal bersama anaknya. Dalam kesehariannya, korban sering mengeluhkan sakit pada kaki yang menyulitkan aktivitas berjalan.
“Korban diduga mengalami depresi yang dipicu oleh faktor usia, kondisi kesehatan, serta tekanan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut kepada pihak manapun. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, Polsek Kedungtuban bersama tim Inafis telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, termasuk olah TKP, pencatatan keterangan saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali nilon, pakaian korban, dan kursi pendek yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini tercatat dalam laporan polisi nomor LP/Gangguan/04/IV/2026/SPKT/Sek Kdtbn/Res Blora/Jateng.
Polri juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya terkait kesehatan mental.
“Jika ada keluarga atau tetangga yang terlihat mengalami tekanan psikis, segera ajak komunikasi atau laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun layanan kesehatan terdekat agar bisa mendapatkan penanganan,” pungkas AKP Midiyono.






