Klikjateng, Rembang — Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan kondisi siswa SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, dalam penanganan yang baik dan terkendali pascakejadian yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan program gizi. Seluruh langkah penanganan dilakukan cepat dan terkoordinasi bersama fasilitas layanan kesehatan, dengan kondisi siswa yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga melakukan penelusuran dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa.
Camat Kragan, Nasaton Rofiq, menyampaikan bahwa pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karangharjo bersama yayasan pengelola berkomitmen melakukan pembenahan.
“Dari pihak SPPG siap berbenah. Ini menjadi pembelajaran bersama. Yayasan juga akan memperketat pengawasan, dan jika ada kelalaian akan diberikan sanksi. Proses mulai dari penerimaan bahan, sortir, hingga penyaluran akan diperbaiki,” ujarnya, Rabu (22/4).
Berdasarkan penelusuran awal, indikasi kejadian mengarah pada salah satu menu makanan yang diduga mengalami penurunan kualitas akibat kemasan yang kurang layak. Untuk itu, seluruh tahapan distribusi kini menjadi fokus evaluasi.
Terkait kondisi siswa, hasil koordinasi dengan Puskesmas Kragan II menunjukkan sebagian besar telah membaik.
“Anak-anak yang dirawat kondisinya terus membaik. Saat ini tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” tambah Rofiq.
Pemerintah Kabupaten Rembang juga menegaskan seluruh biaya pengobatan siswa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Yang jelas harus gratis. Yang terpenting adalah penanganan terlebih dahulu. Untuk teknis pembiayaan dapat dikomunikasikan lebih lanjut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii, menyampaikan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah cepat, di antaranya menurunkan tim surveilans, kesehatan lingkungan, gizi, serta pelayanan kesehatan sejak 21 April 2026.
Selain itu, dilakukan koordinasi melalui puskesmas setempat, penghentian sementara distribusi dan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sasaran terkait, serta investigasi untuk memastikan penyebab kejadian. Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel bahan makanan dan spesimen lain untuk uji laboratorium, serta berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional melalui koordinator wilayah Rembang.
Per Rabu (22/4/2026), operasional SPPG Karangharjo resmi dihentikan sementara sesuai arahan Badan Gizi Nasional melalui surat Nomor 1845/D.TWS/04/2026.
Penghentian ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sekaligus bagian dari proses evaluasi menyeluruh, termasuk penyesuaian sarana prasarana dan standar operasional agar sesuai ketentuan yang berlaku.






