Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Diduga Kambuh Vertigo, Petani di Bogorejo Blora Ditemukan Meninggal di Sawah ‎

badge-check


					Diduga Kambuh Vertigo, Petani di Bogorejo Blora Ditemukan Meninggal di Sawah ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora — Seorang petani berinisial S (55), warga Desa Gayam, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, ditemukan meninggal dunia di area persawahan desa setempat pada Rabu (08/04/2026) subuh. Korban diduga terjatuh dan tak sadarkan diri akibat penyakit vertigo yang dideritanya kambuh saat beraktivitas.

‎Peristiwa ini bermula saat korban berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke sawah pada Selasa (07/04) sekitar pukul 14.30 WIB. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung pulang. Sang istri yang saat itu dalam kondisi kurang sehat merasa khawatir, tetapi baru dapat melakukan pencarian pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

‎Kapolres Blora Wawan Andi Susanto melalui Plh. Kapolsek Bogorejo Gito Prayitno menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri di sawah yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah.

‎“Istri korban mencari menggunakan senter dan melihat cangkul berdiri di pinggir sawah. Setelah didekati, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di sawah yang tergenang air,” jelas IPTU Gito Prayitno.

‎Mengetahui kondisi tersebut, saksi langsung berteriak histeris meminta bantuan warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Bogorejo. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Bogorejo segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar jenazah.

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari enam jam sebelum ditemukan.

‎“Korban memiliki riwayat penyakit vertigo. Diduga saat kambuh, korban terjatuh dengan posisi wajah terbenam di air sehingga mengalami kesulitan bernapas dan berujung fatal,” tambahnya.

‎Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita