Menu

Mode Gelap
Ribuan Petani Tebu Blora Aksi “Nagih Janji Bulog”, Ancam Bawa Massa ke Jakarta Nenek Hilang di Sungai Wulung Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Lakukan Pencarian 24 Jam Bahu Jalan Blora–Randublatung Longsor, Polisi Pasang Pembatas dan Imbau Pengendara Waspada DPRD Blora Setujui Dua Ranperda, Fokus Ekonomi Kreatif dan Penanganan Permukiman Kumuh APTRI Blora Siapkan Aksi Damai Ribuan Petani Tebu, Tagih Janji Dirut Bulog ‎Lansia Hilang Lima Hari di Todanan Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan ‎

Berita

Ribuan Petani Tebu Blora Aksi “Nagih Janji Bulog”, Ancam Bawa Massa ke Jakarta

badge-check


					Ribuan Petani Tebu Blora Aksi “Nagih Janji Bulog”, Ancam Bawa Massa ke Jakarta Perbesar

‎Klikjateng, Blora — Ribuan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora menggelar aksi damai bertajuk “Nagih Janji Bulog” di depan rumah dinas Bupati Blora, Kamis (2/4/2026).

‎Aksi tersebut berlangsung dengan orasi lantang dari para perwakilan petani. Bahkan, salah satu orator yang berdiri di atas kendaraan John Deere (alat angkut tebu) secara terbuka menyebut Perum Bulog sebagai “pembohong”, yang langsung disambut teriakan serempak ribuan massa aksi.

‎“Bulog!” teriak orator, disahut massa, “Pembohong!”

‎Aksi ini dipicu oleh janji Perum Bulog terkait pengoperasian kembali Pabrik Gula (PG) GMM pada tahun 2026. Sebelumnya, pabrik tersebut berhenti beroperasi pada 2025 akibat kerusakan mesin.

‎Ketua APTRI Blora, Sunoto, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk desakan agar aspirasi petani tebu didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama Perum Bulog.

‎“Tuntutan petani tebu pertama ditujukan kepada Dirut Bulog pusat, dan kedua kepada presiden kita,” ujar Sunoto di hadapan massa.

‎Ia menjelaskan, pihaknya sempat bertemu dengan Direktur Utama Perum Bulog pada 14 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, APTRI mengaku mendapat janji bahwa PG GMM akan kembali beroperasi tahun ini dengan dukungan mesin baru.

‎Namun, realisasi janji itu disebut bergantung pada pembagian dividen Perum Bulog sebesar 7 persen kepada pemerintah. Hingga kini, kepastian terkait hal tersebut belum juga diterima petani.

‎“Kalau siap, segera dilaksanakan tuntutan itu. Jika tidak siap, mohon diikhlaskan agar tidak dipegang oleh pihak yang lebih kompeten,” tegasnya.

‎Dalam aksinya, APTRI menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta PG GMM segera beroperasi kembali pada 2026. Kedua, mendesak pergantian manajemen PG GMM. Ketiga, jika Dirut Bulog tidak mampu memenuhi janji, petani meminta agar pengelolaan pabrik dialihkan ke pihak yang lebih kompeten, seperti PTPN atau Sugar Group Nusantara (SGN), bahkan opsi dijual ke swasta.

‎Sekitar 2.000 massa aksi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dengan membawa 193 truk serta tiga unit kendaraan John Deere sebagai simbol kekuatan petani tebu.

‎“Kalau tuntutan ini tidak terpenuhi, maka akan dilakukan aksi yang lebih besar lagi,” kata Sunoto.

‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menemui massa aksi mewakili Bupati Blora. Ia memastikan bahwa petisi dan tuntutan petani akan segera diteruskan kepada Perum Bulog dan Presiden Prabowo Subianto.

‎“Petisi ini sudah kami terima dan secepatnya akan kami serahkan kepada Direktur Utama Perum Bulog,” ujarnya.

‎Komang juga menyebutkan bahwa dokumen tuntutan sebenarnya telah dikirim dalam bentuk soft file kepada pihak Bulog, sementara dokumen fisiknya akan segera disusulkan.

‎Dalam dialog yang berlangsung di atas kendaraan John Deere, akhirnya disepakati batas waktu jawaban dari Perum Bulog hingga Jumat, 10 April 2026.

‎Namun, kesepakatan tersebut sempat menuai protes dari sebagian massa yang menginginkan jawaban maksimal dua hari. Mereka menilai waktu satu pekan terlalu lama untuk kepastian nasib petani tebu.

‎Sunoto pun menegaskan, jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada kejelasan, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar, bahkan berencana membawa massa ke Jakarta.

‎“Nanti kita minta Pak Dandim dan Pak Kapolres untuk mengawal ke Jakarta,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita