Menu

Mode Gelap
Dua Pria Misterius Tinggalkan Kardus, Ternyata Berisi Bayi Perempuan di Cepu ‎ Polsek Kunduran dan Bhayangkari Bagikan 600 Paket Takjil serta Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadan Agus Palon Penuhi Panggilan Polres Blora Terkait Dugaan Perusakan Jalan Cor di Jepon Tiga Warga Kunduran Terbakar Akibat Kebocoran Gas Elpiji 3 Kg, Dua Korban Alami Luka Serius Gerhana Bulan Total Terjadi 3 Maret 2026, Bisa Disaksikan di Indonesia Pengelola Sumur Tua Minta Tarif Jasa Angkat Angkut Naik Jadi 80 Persen ICP, ESDM Kaji Revisi Aturan Lama ‎

Berita

Dua Pria Misterius Tinggalkan Kardus, Ternyata Berisi Bayi Perempuan di Cepu ‎

badge-check


					Dua Pria Misterius Tinggalkan Kardus, Ternyata Berisi Bayi Perempuan di Cepu ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora – Warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diletakkan di dalam kardus di depan rumah warga pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

‎Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.15 WIB di depan rumah milik Gufroni yang berada di Jalan Gajah Mada RT 001 RW 008, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu.

‎Kapolsek Cepu AKP Edi Santosa mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/5/III/2026/SPKT/Polsek Cepu/Polres Blora/Polda Jateng tertanggal 3 Maret 2026.

‎“Kasus ini sedang dalam penyelidikan. Dugaan sementara terkait tindak pidana pembuangan atau penelantaran bayi sebagaimana diatur dalam Pasal 429 KUHP dan atau Pasal 430 KUHP,” ujarnya.

‎Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, kejadian bermula ketika Gufroni yang sedang tidur mendengar suara ketukan pintu rumah disertai panggilan namanya. Setelah pintu dibuka, ternyata seorang santri bernama Muhammad Maulan Malik bersama beberapa anak panti lainnya memberitahukan bahwa ada kardus mencurigakan di depan rumahnya.

‎Setelah dicek, ternyata kardus merek Aqua ukuran 1,5 liter tersebut berisi seorang bayi perempuan yang baru dilahirkan. Bayi itu ditemukan tanpa busana dengan posisi tertidur di dalam kardus, hanya beralaskan kaos perempuan lengan pendek warna hitam kombinasi hitam putih dan diselimuti jilbab warna hitam.

‎Gufroni bersama istrinya, Lilik Hidayati, serta beberapa anak panti kemudian segera membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit NU Cakra Medika Cepu untuk mendapatkan pertolongan medis.

‎Menurut keterangan saksi, sebelum bayi itu ditemukan, sempat terlihat dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor Yamaha Mio yang tidak diketahui nomor polisinya. Kedua orang tersebut terlihat membawa kardus dan menaruhnya di depan rumah pelapor sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi.

‎Dari hasil pemeriksaan dokter jaga RS NU Cakra Medika Cepu, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan kondisi sehat.

‎Dokter menyebutkan bayi memiliki berat badan sekitar 2,73 kilogram dengan panjang sekitar 46 sentimeter. Diperkirakan bayi tersebut lahir kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.

‎“Pemotongan ari-ari diduga dilakukan sendiri karena potongannya tidak rata dan masih panjang. Selanjutnya dilakukan tindakan pemotongan secara medis di rumah sakit,” jelas dokter jaga.

‎Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya satu kardus merek Aqua yang digunakan untuk membungkus bayi, satu jilbab hitam yang dijadikan selimut, satu kaos perempuan yang dijadikan alas bayi, serta potongan ari-ari bayi.

‎Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita