Klikjateng, Rembang – Air Terjun Kalimancur di Kabupaten Rembang kian dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan hutan pegunungan Lasem yang masih asri dan alami. Pesona alamnya yang natural menjadikan lokasi ini semakin diminati wisatawan, baik dari Rembang maupun dari luar daerah.
Air terjun Kalimancur terletak di bawah Bukit Pegunungan Gowak, Kecamatan Lasem, sekitar 8 kilometer dari jalur pantura Lasem atau pertigaan Nasriyah. Perjalanan menuju lokasi akan membawa pengunjung melewati jalur perbukitan yang naik turun, menantang, sekaligus menyuguhkan panorama hijau yang memanjakan mata.
Terdapat dua akses menuju kawasan wisata Kalimancur, yakni melalui Desa Sendangasri dan Desa Kajar. Dari kedua jalur tersebut, wisatawan akan disambut gapura bertembok oranye bertuliskan “Desa Wisata Gowak” sebagai penanda memasuki kawasan wisata alam tersebut.
Dari sisi biaya, wisata Air Terjun Kalimancur tergolong sangat terjangkau. Pengunjung hanya dikenakan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp5.000. Area parkir tersedia cukup luas di bagian bawah. Dari lokasi parkir, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 150 meter menyusuri jalan setapak untuk mencapai air terjun bagian bawah. Sementara itu, air terjun bagian atas serta danau batu dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 200 meter.
Salah satu pengunjung, Revalina Fatarani, mengaku terkesan dengan keindahan Air Terjun Kalimancur. Ia datang bersama teman-temannya setelah menghadiri pertemuan kelas sekaligus merayakan ulang tahun salah satu rekannya.
“Awalnya tahu dari media sosial. Datang bareng-bareng ke Air Terjun Kalimancur. Ini air terjun bagian bawah, kalau yang atas ada kedung dengan kedalaman tertentu,” ujarnya. Jumat (9/1/2026).
Menurut Revalina, suasana alam Kalimancur masih sangat terjaga, terlebih saat musim penghujan ketika debit air meningkat sehingga keindahan air terjun semakin maksimal. Namun, ia menyebut air terjun Kalimancur bersifat musiman dan debit air akan berkurang saat musim kemarau.
“Akses jalannya memang agak terjal, licin, dan cukup ekstrem. Tadi lewat jalur bawah, ada juga akses lain yang tembus area persawahan warga,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Latifa Ramadani dan Fadila Aura Putri. Keduanya mengaku baru pertama kali berkunjung setelah mengetahui informasi dari media sosial.
“Airnya jernih, dingin, dan segar. Karena musim hujan, airnya juga cukup deras. Senang bisa seru-seruan bareng teman,” ungkap mereka.
Sementara itu, salah satu pengelola wisata Kalimancur, Istoyo, menyebut jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, terutama pada akhir pekan.
“Kalau hari biasa sekitar 20 sampai 30 pengunjung. Kalau hari Minggu bisa dua kali lipat,” jelasnya.
Menurut Istoyo, pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Tuban, Pati, Blora, hingga warga lokal Rembang. Usia pengunjung pun beragam, mulai dari anak muda hingga orang tua. Selain menikmati keindahan air terjun, sebagian wisatawan juga memilih berkemah untuk merasakan suasana alam yang sejuk dan tenang.
Akses menuju lokasi wisata dapat ditempuh menggunakan mobil hingga area parkir bawah, sedangkan sepeda motor dapat menjangkau area yang lebih dekat ke bagian atas. Keasrian alam yang masih terjaga menjadikan Air Terjun Kalimancur sebagai destinasi yang cocok bagi pecinta wisata alam yang mendambakan ketenangan dan panorama pegunungan.






