Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Criwik Bangun Tugu Durian sebagai Ikon Lokal

badge-check


					Kembangkan Wisata Desa, Pemdes Criwik Bangun Tugu Durian sebagai Ikon Lokal Perbesar

Klikjateng, Rembang – Pemerintah Desa Criwik, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang mulai merintis pengembangan destinasi wisata desa dengan membangun tugu durian sebagai ikon potensi lokal. Tugu tersebut berdiri di kawasan perbukitan dan dilengkapi ornamen bernuansa joglo, yang menjadi penanda khas Desa Criwik sebagai penghasil durian lokal.

Kepala Desa Criwik, Sampurno, mengungkapkan bahwa durian Criwik telah lama dikenal masyarakat, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga luar daerah. Bahkan, durian Criwik kerap disebut sebagai salah satu ciri khas Kabupaten Rembang.

“Selain buahnya yang istimewa, untuk meningkatkan mutu desa sekaligus memberikan kenang-kenangan bagi pengunjung, kami membangun tugu durian sebagai ikon desa,” ujarnya. Kamis (8/1/2026).

Pembangunan tugu durian tersebut menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp75 juta. Meski anggarannya masih terbatas, keberadaan tugu ini diharapkan mampu memperkuat identitas desa sekaligus menjadi daya tarik awal dalam pengembangan wisata desa.

Menurut Sampurno, pembangunan ikon desa ini merupakan hasil usulan masyarakat dan lembaga desa. Lokasinya berada di tanah milik negara (GG) yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum, khususnya sebagai kawasan pengembangan destinasi wisata.

“Ke depan, pengunjung atau pecinta durian bisa mengabadikan momen di spot ini. Kami ingin menjadikannya sebagai tempat yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Selain pembangunan tugu durian, pemerintah desa juga telah menambahkan ornamen pendukung berupa bangunan joglo. Ke depan, Pemdes Criwik merencanakan pengembangan fasilitas lain, seperti gazebo, wahana flying fox, hingga kolam renang, apabila tersedia alokasi anggaran pada tahun-tahun mendatang.

“Rencana pengembangan sudah ada, namun untuk saat ini masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Harapannya nanti lokasi ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus wahana bermain bagi anak-anak,” pungkasnya.

Pemerintah Desa Criwik berharap, langkah awal pembangunan ikon desa ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya sektor wisata desa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita