Klikjateng, Rembang – Sebanyak 153 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang saat ini tengah berproses membangun kantor koperasi. Namun demikian, sebagian Kopdes masih menghadapi kendala ketersediaan lahan untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, mengungkapkan bahwa belum seluruh desa dan kelurahan dapat membangun kantor Kopdes Merah Putih sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Dari data yang ada, sebanyak 20 desa hingga kini belum memiliki lokasi yang sesuai untuk pembangunan kantor koperasi. Selain itu, terdapat 12 desa yang mengajukan pemanfaatan lahan milik Pemerintah Daerah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mendukung pendirian kantor Kopdes Merah Putih.
“Pembangunan kantor Kopdes menyesuaikan kesiapan lahan di masing-masing desa. Ada yang terkendala lokasi, ada juga yang mengajukan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah atau BUMN,” jelas Mahfudz. Rabu (23/12/2025).
Salah satu Kopdes Merah Putih yang saat ini telah memulai pembangunan kantor berada di Desa Pedak, Kecamatan Sulang. Ketua Kopdes Merah Putih Desa Pedak, Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa pembangunan kantor telah berjalan sekitar dua bulan dengan memanfaatkan lahan bengkok desa.
“Pembangunan dimulai sejak dua bulan lalu dengan memanfaatkan lahan bengkok desa,” ujar Zaenal.
Ia menambahkan, konsep bangunan Kopdes Merah Putih secara nasional telah ditetapkan seragam, yang mencakup kantor, gerai, serta gudang. Pada bagian depan bangunan akan disediakan enam hingga tujuh unit gerai usaha.
“Konsepnya sama di seluruh Indonesia. Di bagian depan nanti akan dibuat enam atau tujuh gerai,” imbuhnya.
Sambil menunggu pembangunan kantor selesai, Kopdes Merah Putih Desa Pedak saat ini masih menjalankan operasional dengan menyewa tiga unit ruko milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ruko tersebut dimanfaatkan untuk usaha penjualan LPG, pupuk, serta berbagai kebutuhan rumah tangga masyarakat.






