Klikjateng, Rembang – Sebanyak 47 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta resmi diterjunkan di Kecamatan Gunem dan Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada pengembangan desa berbasis smart village, digitalisasi, eduwisata, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan KKN-PPM UGM tersebut secara resmi diterima dan dibuka oleh Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Senin (22/12/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hanies menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa UGM yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Rembang. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
Menurutnya, program KKN-PPM memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal,” ujar Hanies.
Ia berharap para mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan, inovator, sekaligus mitra strategis masyarakat desa dalam mengembangkan potensi wilayah, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan sektor ekonomi kreatif.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di desa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Rembang, Afan Martadi, menyampaikan bahwa program KKN-PPM UGM sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan berbasis desa.
“KKN-PPM UGM memiliki peran strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah, khususnya penguatan desa berbasis potensi lokal, inovasi, dan digitalisasi. Kehadiran mahasiswa di Kecamatan Gunem dan Pancur diharapkan dapat menghasilkan praktik baik yang bermanfaat dan berkelanjutan,” jelas Afan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Rembang siap mendukung dan memfasilitasi koordinasi lintas sektor agar hasil kegiatan KKN-PPM dapat terintegrasi dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi masyarakat desa serta dapat direplikasi di wilayah lain,” pungkasnya.






