Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Ketua Bhayangkari Blora: Hari Ibu Bermakna Setiap Hari sebagai Penopang Keluarga

badge-check


					Ketua Bhayangkari Blora: Hari Ibu Bermakna Setiap Hari sebagai Penopang Keluarga Perbesar

Klikjateng, Blora – Momentum peringatan Hari Ibu Tahun 2025 dimaknai secara mendalam oleh Ketua Bhayangkari Cabang Blora, Retno Wawan Andi. Ia menegaskan bahwa peran ibu sejatinya hadir setiap hari sebagai penopang keluarga, sumber doa, sekaligus fondasi keberhasilan anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Retno saat ditemui di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (22/12/2025). Ia menyebut, Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial satu hari dalam setahun.

“Kalau Hari Ibu, buat saya setiap hari adalah hari ibu, karena tidak ada rasanya spesial satu hari ibu. Justru setiap hari itu spesial untuk ibu,” ujarnya.

Didampingi Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, Retno menekankan bahwa sosok ibu memiliki peran yang sangat fundamental dalam perjalanan hidup seorang anak. Ia bahkan menyebut ibu sebagai “malaikat” yang doa-doanya menjadi penopang utama kesuksesan anak.

“Seorang anak bisa sampai pada titik hari ini karena doa ibu. Doa ibu itulah yang bisa menembus langit dan terus mendukung kita,” jelasnya.

Menurut Retno, peran perempuan saat ini telah berkembang dan relatif sejajar dengan laki-laki di berbagai bidang, termasuk dunia kerja. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perempuan, khususnya sebagai istri dan ibu, memiliki kodrat serta peran strategis yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan keluarga.

“Istri memiliki peran penting dalam menopang tugas dan pengabdian suami, sekaligus menjadi madrasah pertama bagi anak-anak di rumah. Semua itu harus berjalan beriringan dan saling menguatkan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa ibu merupakan pendidik utama bagi anak-anak, sekaligus pendukung utama suami dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya.

Mengakhiri keterangannya, Retno berharap para ibu, khususnya anggota Bhayangkari di Kabupaten Blora, terus berkembang, maju, dan menjadi sosok yang dibanggakan oleh anak-anak serta suaminya.

“Untuk ibu-ibu Bhayangkari di Blora, saya berharap meskipun ada yang bekerja, tetap menjalankan kodratnya mengurus anak-anak di rumah serta mendukung karier suami di kepolisian, khususnya di Polres Blora,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita