Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Ziarah Leluhur Warnai Peringatan Hari Jadi ke-276 Blora

badge-check


					Ziarah Leluhur Warnai Peringatan Hari Jadi ke-276 Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Menyambut Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora yang jatuh pada 11 Desember, Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan tradisi ziarah ke makam para leluhur dan bupati terdahulu, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman.

Rombongan yang terdiri dari Sekda, para kepala OPD, camat, dan lurah memulai kegiatan pukul 08.00 WIB dengan mengikuti prosesi jamasan pusaka Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Usai prosesi tersebut, rombongan melanjutkan ziarah ke sejumlah makam tokoh bersejarah yang memiliki peran besar dalam perjalanan panjang Blora.

Ziarah pertama dilakukan di Makam Keluarga Tirtonatan di Desa Ngadipurwo, tempat dimakamkannya sejumlah bupati Blora dari masa kolonial. Di antaranya Tumenggung Djajeng Tirtanata (1762-1782), Raden Tumenggung Prawirajoeda (1812-1823), RT Tirtakoesoema (1782-1812), RT Tirtanegara (1823-1842 dan 1843-1847), RT A Tjakranegara I (1842-1843), RT Natawidjaja (1847-1857), RT A Tjakranegara II (1857-1886), RMT Tjakranegara III (1886-1912), hingga RM Said Abdoelkadir Djaelani (1912-1926), seorang bupati dari kalangan santri.

Perjalanan kemudian berlanjut ke TPU Giri Mulyo, Cepu, untuk berziarah ke makam Bupati Blora periode 1999–2007, Basuki Widodo. Usai itu, rombongan menuju Makam leluhur Mbah Janjang Jiken (Jati Kusumo–Jati Sworo).

Puncak ziarah dilakukan di Komplek Makam Gedong Ageng Sunan Pojok, sesepuh Blora yang dikenal sebagai panglima perang Mataram Islam era Sultan Agung sekaligus ulama pendiri Masjid Agung Baitunnur Blora. Di lokasi yang berada di selatan Alun-alun Blora itu, Bupati bersama rombongan melaksanakan tahlil dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.

Bupati Arief Rohman menjelaskan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan tradisi penting untuk mengingat sejarah dan menghormati jasa para pendahulu Blora.

“Ziarah ini menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa perjalanan Kabupaten Blora tidak lepas dari perjuangan para leluhur. Sekaligus mendoakan agar arwah para Bupati Blora dan para sesepuh diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa ziarah tidak hanya dilakukan di wilayah Blora. Dalam beberapa hari sebelumnya, jajaran Pemkab juga telah berziarah ke sejumlah makam leluhur di Semarang, Temanggung, Yogyakarta, Solo, dan Tuban.

“Di Tuban, kami berziarah ke makam Tumenggung Wilotikto, Bupati Blora Pertama,” jelasnya.

Tradisi ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan resmi Hari Jadi ke-276 Blora, yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan nilai sejarah bagi masyarakat Blora.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita