Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Dua Menteri Hadiri Panen Cabai di Jepon, Bupati Arief Rohman Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Blora

badge-check


					Dua Menteri Hadiri Panen Cabai di Jepon, Bupati Arief Rohman Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Upaya penguatan sektor pertanian di Kabupaten Blora mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Hal ini terlihat saat Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengajak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Polisi (HOR) (Purn) Drs. Agus Andrianto serta Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, melakukan panen cabai di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Sabtu (29/11/2025) pagi. Hadir pula jajaran Forkopimda Blora dalam mendampingi kegiatan tersebut.

Panen dilakukan setelah kedua menteri meninjau lokasi rencana pembangunan Kantor Imigrasi Blora yang berada di depan Pasar Sido Makmur. Bupati Arief menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas cabai, merupakan bagian penting yang sejalan dengan program prioritas nasional pemerintah.

Jepon Punya 27 Hektare Lahan Cabai, Bangsri Jadi Sentra Terbesar

Dalam paparannya, Bupati Arief menjelaskan bahwa Kecamatan Jepon memiliki luas tanam cabai mencapai 27 hektare, tersebar di Desa Bangsri, Blungun, Kawengan, dan Bacem. Desa Bangsri menjadi pusat terbesar dengan total 15 hektare lahan aktif.

“Cabai Bangsri ini berkualitas karena menggunakan pupuk organik. Tidak mudah busuk, daya simpannya bagus, dan produktivitasnya tinggi, mencapai 9–12 ton per hektare,” jelas Bupati.

Dirinya menegaskan bahwa potensi tersebut sangat mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Blora siap memperluas kawasan hortikultura dan memperkuat rantai pasok cabai,” tegasnya.

Pemkab Blora, lanjut Arief, terus bersinergi dengan kementerian terkait melalui pendampingan, bantuan sarana prasarana, hingga perluasan lahan produktif.

Petani Bangsri Bangga Lahannya Dipanen Menteri

Panen dilakukan di lahan milik Munir, petani cabai Desa Bangsri dengan luas sekitar 2.500 meter persegi. Munir mengaku bangga lahannya menjadi lokasi panen bersama para menteri dan bupati.

“Ini kehormatan untuk kami. Semoga pendampingan pertanian terus berlanjut, dan makin banyak petani Jepon kembali menanam cabai agar kejayaan cabai bangkit lagi,” harapnya.

Menteri Agus Andrianto: Daerah Kuat Pangan, Nasional Makin Solid

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memberikan apresiasi atas capaian petani Bangsri. Menurutnya, kekuatan pangan daerah menjadi fondasi utama bagi ketahanan pangan nasional.

“Apa yang dilakukan petani Bangsri luar biasa. Jika daerah kuat di sektor pangan, maka ketahanan pangan nasional semakin solid,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kementeriannya turut berkontribusi dalam sektor pertanian melalui program pemberdayaan, termasuk pembinaan warga binaan yang diarahkan mendukung ekonomi dan swasembada pangan.

Bappenas: Cabai Blora Masuk Roadmap Pangan Nasional

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pengembangan komoditas cabai Blora sangat relevan dengan arah pembangunan nasional.

“Blora memiliki potensi strategis. Kawasan seperti Bangsri akan kita dorong agar mendapat intervensi perencanaan yang lebih kuat dalam pengembangan hortikultura,” ungkapnya.

Diskusi Santai di Sawah, Rumuskan Tantangan Pertanian Jepon

Usai panen, rombongan melanjutkan kegiatan dengan rembuk dan ngopi bersama petani di tepi persawahan Bangsri. Suasana pedesaan yang sejuk menjadi ruang diskusi terbuka mengenai berbagai persoalan, mulai dari stabilitas harga, kebutuhan pupuk, hingga peluang perluasan kawasan produksi cabai.

Bupati Arief menutup kegiatan dengan menegaskan komitmen memperkuat sinergi pusat–daerah dalam membangun sektor pertanian.

“Kehadiran dua menteri hari ini memberi angin segar bagi petani Blora. Kami akan terus bekerja mendorong produktivitas dan memastikan Blora berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita