Menu

Mode Gelap
Ziarah Makam R.A. Kartini, Pemkab Blora Teguhkan Semangat Emansipasi dan Kolaborasi Daerah Wabup Blora Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Pemkab Rembang Bangun Traffic Light di Simpang Landoh, Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Harlah ke-76 Fatayat NU, Pemkab Blora Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pertanian Organik Tasyakuran Mata Air Soco, Perhutani KPH Mantingan Tekankan Pentingnya Kelestarian Hutan RSUD dr. R. Soetijono Blora Resmikan Gedung Nusa Indah, Rayakan HUT ke-76 ‎

Berita

Kursus Politik di China, Siswanto: Pendidikan, Industrialisasi dan Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Negara

badge-check


					Kursus Politik di China, Siswanto: Pendidikan, Industrialisasi dan Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Negara Perbesar

Klikjateng, Blora – Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), Siswanto, menilai banyak hal dari kemajuan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang bisa diadopsi oleh Indonesia. Hal itu ia ungkapkan usai menghadiri undangan pendidikan di negeri tirai bambu selama 10 hari, bersama 20 rekan dari Indonesia.

“Tiongkok saat ini memegang 17 persen perekonomian dunia. Pendapatan domestik regional brutonya bahkan menjadi nomor dua di dunia,” ungkap Siswanto, Kamis (2/10/2025).

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak kemajuan tersebut, terutama jika mampu melakukan pemerataan kawasan industri di berbagai daerah.

“Kata kuncinya sekarang adalah industrialisasi. Kawasan industri sangat urgent (penting) di daerah,” tegasnya.

Siswanto menjelaskan, pembentukan kawasan industri mampu menyerap banyak tenaga kerja, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) daerah.

“Nanti dari sana, tingginya serapan tenaga kerja dapat memperkuat perekonomian daerah atau wilayah,” terangnya.

Selain mendorong industrialisasi, Siswanto juga menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah menjadi langkah penting. Pemerataan pendidikan dan pelatihan di daerah akan memunculkan inovasi yang berpengaruh positif terhadap stabilitas sosial dan politik.

“Peningkatan SDM di daerah dapat memunculkan inovasi. Nantinya hal itu dapat menjaga stabilitas politik hingga tingkat desa,” imbuhnya.

Dalam kunjungan ke Tiongkok, Siswanto sempat mengunjungi beberapa daerah seperti Provinsi Fujian, Xinghai, dan Beijing. Ia mengaku kagum dengan sistem industri yang tertata rapi dan sudah berorientasi pada energi ramah lingkungan.

“Di Xinghai, industrialisasinya sudah sampai tingkat pedesaan. Mereka menggunakan energi terbarukan, bahkan sistem pertanian pun sudah mengusung konsep industrialisasi yang langsung berdampak pada perekonomian desa,” jelasnya.

Tak hanya itu, di Beijing Siswanto juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan sejumlah profesor dan akademisi untuk mempelajari konsep modernisasi yang diterapkan di Tiongkok.

“Ada banyak ilmu dan pengalaman langsung dari Tiongkok yang bisa kita ambil. Dari kemajuan pendidikan, integrasi industri desa hingga pusat, sampai inovasi energi terbarukan,” pungkas Siswanto.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita