Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

PDAM Tirta Amerta Kurangi Produksi, Air Bengawan Solo Tercemar Limbah

badge-check


					PDAM Tirta Amerta Kurangi Produksi, Air Bengawan Solo Tercemar Limbah Perbesar

Klikjateng, Blora – Produksi air bersih PDAM Tirta Amerta Blora terganggu akibat kondisi air baku Bengawan Solo yang semakin keruh. Hal tersebut disampaikan Direktur PDAM Tirta Amerta, Yan Riya Purnomo, Kamis (25/9/2025).

“Kondisi saat ini, air Bengawan Solo keruh akibat limbah. Karena curah hujan tidak tinggi, konsentrasi polutan meningkat sehingga air Bengawan Solo terpapar limbah,” ungkapnya.

Menurutnya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan berwarna sangat pekat menyerupai air teh, sehingga proses produksi air bersih terkendala besar.

“Kalau kita maksimalkan produksi, kualitasnya juga kurang bagus. Maka produksi terpaksa kita kurangi agar kualitas air tetap terjaga,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, pihak PDAM harus menambah penggunaan bahan kimia seperti tawas dan kaporit. Pemakaian bahan kimia pun meningkat tajam dibanding musim penghujan.

“Biasanya penggunaan kaporit hanya 40 kilogram per hari, sekarang bisa mencapai 500 kilogram per hari saat kondisi air tercemar. Itu belum termasuk bahan penjernih lainnya,” terangnya.

Yan menambahkan, ke depan jika pencemaran di Bengawan Solo kembali terjadi, pihaknya akan melakukan pembubuhan bahan kimia tambahan untuk memperbaiki kualitas air. Selain itu, ketebalan filter di instalasi pengolahan juga sudah ditingkatkan.

Meski begitu, hingga kini belum ada teknologi yang mampu mengurai warna air akibat limbah secara akurat.

“Kita masih menggunakan metode pengolahan konvensional. PDAM hanya berfungsi mengolah air baku menjadi air bersih, bukan mengolah limbah,” tegasnya.

Atas penurunan produksi air bersih yang berdampak pada layanan ke pelanggan, pihak PDAM Tirta Amerta menyampaikan permohonan maaf.

“Saya minta maaf apabila pelayanan belum maksimal. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita