Menu

Mode Gelap
Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta Blora Tawarkan Potensi Beras dan Sapi ke ID FOOD, Bidik Pasar Premium hingga Ekspor

Berita

Hingga September 2025, 1.144 Warga Blora Terjangkit TBC

badge-check


					Hingga September 2025, 1.144 Warga Blora Terjangkit TBC Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) mencatat sebanyak 1.144 warga positif menderita Tuberkulosis (TBC) hingga September 2025. Kasus tersebut tersebar di 16 kecamatan dan saat ini mendapatkan pelayanan pengobatan secara intensif di 12 Puskesmas.

Data tersebut terungkap dalam pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC serta koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis yang digelar di Aula Bawah Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Rabu (24/9/2025).

Sekretaris Dinkesda Blora, dr. Nur Betsia Bertawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meninjau kembali pelaksanaan RAD TBC yang telah berjalan, mengevaluasi capaian, serta mengidentifikasi tantangan di lapangan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada tim percepatan penanggulangan TBC Kabupaten Blora. Penting adanya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik sektor kesehatan maupun non-kesehatan, dalam memerangi TBC yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, program ini sejalan dengan kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan penurunan kasus TBC hingga 80 persen secara nasional.

Sementara itu, Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Blora, Sutik, S.Kep., Ns., MM., menyebutkan bahwa RAD TBC di Kabupaten Blora sebenarnya sudah disusun sejak 2018, namun sempat terhambat pandemi Covid-19.

“Hingga saat ini sudah ada 1.144 kasus positif TBC yang tersebar di 16 kecamatan dengan layanan di 12 Puskesmas. Target kita 1.774 kasus bisa ditemukan dan ditangani. Untuk menuju eliminasi, perlu adanya rencana aksi yang diperkuat dengan tim percepatan, penyediaan alat kesehatan, pengobatan, serta langkah pencegahan,” jelasnya.

Adapun Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora, Agus Puji Mulyono, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam menekan laju penularan TBC.

“Penanggulangannya tentu membutuhkan edukasi yang tepat agar kasus TBC segera menurun. Paling tidak kita targetkan ada penurunan 30 persen di Kabupaten Blora. Karena satu orang penderita bisa menularkan hingga 1.000 orang,” tegasnya.

Dengan jumlah penderita TBC yang masih cukup tinggi, Pemkab Blora menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, demi mempercepat upaya eliminasi TBC di wilayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita