Menu

Mode Gelap
Ziarah Makam R.A. Kartini, Pemkab Blora Teguhkan Semangat Emansipasi dan Kolaborasi Daerah Wabup Blora Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi Pemkab Rembang Bangun Traffic Light di Simpang Landoh, Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Harlah ke-76 Fatayat NU, Pemkab Blora Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pertanian Organik Tasyakuran Mata Air Soco, Perhutani KPH Mantingan Tekankan Pentingnya Kelestarian Hutan RSUD dr. R. Soetijono Blora Resmikan Gedung Nusa Indah, Rayakan HUT ke-76 ‎

Berita

Penanganan Sumur Minyak Terbakar di Desa Gandu Rampung, Pertamina Serahkan ke Pemkab Blora

badge-check


					Penanganan Sumur Minyak Terbakar di Desa Gandu Rampung, Pertamina Serahkan ke Pemkab Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Proses penanganan pasca kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, resmi dinyatakan selesai. Pertamina EP Cepu secara simbolis menyerahkan penanganan pasca tanggap darurat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora pada Senin (1/9/2025) siang.

Dengan penyerahan ini, status tanggap darurat yang ditetapkan sejak peristiwa kebakaran pada 17 Agustus 2025 lalu resmi dicabut.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menegaskan kondisi di lokasi sudah aman. “Hari ini kita menandai bahwa status tanggap darurat kita cabut. Penyerahan dari Pertamina ke Pemkab Blora untuk kejadian di Gandu ini sudah dinyatakan aman. Sehingga warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Arief juga menyampaikan terima kasih kepada Pertamina, BPBD Blora, BPBD kabupaten tetangga, serta seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan kebakaran. Menurutnya, korban terdampak telah mendapatkan perhatian penuh.

“Untuk korban meninggal, luka, maupun rumah yang rusak sudah menerima bantuan dari Baznas Kabupaten, Baznas Provinsi, serta pihak terkait lainnya. Sedangkan bagi warga yang masih trauma, nanti akan didampingi pihak kepolisian dan pemerintah desa agar lebih tenang saat kembali ke rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian ESDM terkait keberadaan sumur minyak masyarakat. “Jika memang membahayakan, maka akan direkomendasikan untuk tidak diberikan izin dan harus ditutup sesuai aturan Kementerian ESDM,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Blora juga memastikan lahan jagung milik warga yang terdampak proses pemadaman kebakaran akan diganti.

Sementara itu, perwakilan Pertamina EP Cepu, Ahmad Setiadi, menyampaikan bahwa proses penutupan sumur telah dilakukan sesuai prosedur keselamatan.

“Alhamdulillah tim kami bersama instansi lain sudah membantu memadamkan api dan kemarin juga melakukan smeting. Prosesnya dicor beton dengan kedalaman tertentu, setelah itu ditutup sehingga Insya Allah aman dari kebocoran gas. Harapannya tidak ada lagi kejadian serupa di Desa Gandu, dan ini menjadi pelajaran penting terkait aktivitas pengeboran sumur di masyarakat,” ujarnya.

Dengan selesainya penanganan ini, masyarakat Desa Gandu diharapkan dapat kembali beraktivitas normal dengan tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi bahaya dari aktivitas sumur minyak tradisional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita