Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Blora, 1.600 Rumah Warga Terdampak

badge-check


					Banjir Rendam 10 Kecamatan di Blora, 1.600 Rumah Warga Terdampak Perbesar

Klikjateng, Blora – Bencana banjir melanda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sejak Senin (19/5) sore hingga malam hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat sedikitnya 10 kecamatan terdampak, dengan jumlah rumah warga yang tergenang mencapai sekitar 1.600 unit.

Menurut keterangan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Salah satu infrastruktur yang terdampak adalah jembatan Temuwoh di Kecamatan Ngawen yang terputus akibat derasnya arus air.

“Jembatan tersebut berada di perbatasan Desa Talokwohmojo-Kedungsatriyan pada ruas Jalan Trembulrejo – Randualas. Terputusnya jembatan terjadi pada pukul 18.30 WIB,” jelas Agung saat dikonfirmasi pada Rabu (21/5/25).

Adapun wilayah terdampak banjir mencakup Kecamatan Kunduran, Ngawen, Cepu, Sambong, Kradenan, Jepon, Banjarejo, Randublatung, Kedungtuban, dan Blora Kota. Akibat banjir ini, akses jalan di beberapa titik tidak dapat dilalui dan telah dialihkan ke jalur yang lebih aman. BPBD juga telah memasang rambu peringatan dan garis pembatas (police line) di sejumlah lokasi rawan.

Selain ribuan rumah yang tergenang, satu rumah warga di Desa Punggursugih, Kecamatan Ngawen dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir. Namun, saat ini genangan air mulai surut, dengan ketinggian rata-rata air pada Selasa (20/5/25) pagi tercatat sekitar 30 sentimeter.

“BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan pendataan terkait sebaran banjir dan tingkat kerusakan di masing-masing wilayah,” tambah Agung.

Pemerintah Kabupaten Blora mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita