Menu

Mode Gelap
Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan

Berita

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Blora, 1.600 Rumah Warga Terdampak

badge-check


					Banjir Rendam 10 Kecamatan di Blora, 1.600 Rumah Warga Terdampak Perbesar

Klikjateng, Blora – Bencana banjir melanda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sejak Senin (19/5) sore hingga malam hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mencatat sedikitnya 10 kecamatan terdampak, dengan jumlah rumah warga yang tergenang mencapai sekitar 1.600 unit.

Menurut keterangan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Triyono, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Salah satu infrastruktur yang terdampak adalah jembatan Temuwoh di Kecamatan Ngawen yang terputus akibat derasnya arus air.

“Jembatan tersebut berada di perbatasan Desa Talokwohmojo-Kedungsatriyan pada ruas Jalan Trembulrejo – Randualas. Terputusnya jembatan terjadi pada pukul 18.30 WIB,” jelas Agung saat dikonfirmasi pada Rabu (21/5/25).

Adapun wilayah terdampak banjir mencakup Kecamatan Kunduran, Ngawen, Cepu, Sambong, Kradenan, Jepon, Banjarejo, Randublatung, Kedungtuban, dan Blora Kota. Akibat banjir ini, akses jalan di beberapa titik tidak dapat dilalui dan telah dialihkan ke jalur yang lebih aman. BPBD juga telah memasang rambu peringatan dan garis pembatas (police line) di sejumlah lokasi rawan.

Selain ribuan rumah yang tergenang, satu rumah warga di Desa Punggursugih, Kecamatan Ngawen dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir. Namun, saat ini genangan air mulai surut, dengan ketinggian rata-rata air pada Selasa (20/5/25) pagi tercatat sekitar 30 sentimeter.

“BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan pendataan terkait sebaran banjir dan tingkat kerusakan di masing-masing wilayah,” tambah Agung.

Pemerintah Kabupaten Blora mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita