Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Sedekah Bumi Desa Bangsri: Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur yang Tetap Hidup

badge-check


					Sedekah Bumi Desa Bangsri: Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur yang Tetap Hidup Perbesar

Klikjateng, Blora – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar oleh masyarakat Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dinantikan warga, tidak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai momen memperkuat kebersamaan antarwarga desa.

Kepala Desa Bangsri, Yannanta Laga Kusuma, menyampaikan bahwa tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur dan terus dijaga keberlangsungannya hingga saat ini.

“Sedekah Bumi memang adat yang sudah turun-temurun. Ini sebagai bentuk rasa syukur warga atas hasil panen yang diterima. Setelah panen, memang sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menggelar tasyakuran. Ini juga menjadi media perekat sosial di antara warga,” kata Yannanta saat ditemui Jumat (16/05/2025).

Rangkaian Kegiatan Tiap Dusun

Desa Bangsri terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Bangsri, Dusun Ngrapah, Dusun Nglorong, dan Dusun Dulang. Masing-masing dusun memiliki ciri khas tersendiri dalam pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini. Di Dusun Bangsri, warga menggelar pertunjukan wayang kulit. Di Dusun Ngrapah, masyarakat akan menyelenggarakan kesenian Tayub pada tanggal 25 Mei mendatang. Sementara itu, Dusun Dulang memadukan dua hiburan sekaligus, yakni wayang dan Tayub.

“Untuk Dusun Nglorong, tempat saya sendiri memang dari dulu tidak ada hiburan, tetapi warga tetap melaksanakan ritual tasyakuran dengan khidmat,” terang Kepala Desa.

Selain hiburan rakyat, warga juga difasilitasi dengan sarana olahraga seperti lapangan voli dan badminton. Meskipun minat terhadap perlombaan olahraga masih minim, pemerintah desa tetap menyediakan fasilitas sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

Swadaya Masyarakat Jadi Kekuatan Utama

Pendanaan kegiatan ini sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat. Masyarakat iuran secara sukarela sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Kalau ada kekurangan, saya sebagai kepala desa bertanggung jawab untuk menutupinya,” ujar Yannanta.

Partisipasi warga dalam kegiatan ini disebut sangat luar biasa. Hampir seluruh warga tanpa terkecuali ikut berkontribusi, baik secara materi maupun tenaga.

“Mereka merasa ini bagian dari kewajiban dan rasa syukur. Meskipun berbeda dusun, semua tetap gotong royong. Ini kekuatan kita sebagai desa,” imbuhnya.

Semakin Meriah di Tahun Ini

Sedekah Bumi tahun ini terasa lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut Yannanta, meningkatnya hasil panen serta harga gabah yang cukup tinggi membuat warga lebih antusias dalam menyambut acara tahunan ini.

“Karena hasil panen bagus, otomatis ekonomi warga juga membaik. Ini terlihat dari partisipasi mereka yang luar biasa dalam semua kegiatan,” katanya.

Pihak panitia juga turut menggandeng seniman dari luar desa untuk memeriahkan acara. Namun demikian, Pemerintah Desa Bangsri juga terus mendorong pemberdayaan seniman lokal. “Kami sedang mengajukan aspirasi untuk pengadaan gamelan. Di Bangsri masih banyak seniman gamelan yang belum terfasilitasi. Sementara untuk seni Hadroh, semua dukuh sudah memiliki grup dan telah kita bantu,” jelas Yannanta.

Harapan untuk Masa Depan

Sebagai pemimpin desa, Yannanta berharap agar tradisi Sedekah Bumi tetap dilestarikan dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Ia juga berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Semoga ke depan tradisi ini tetap eksis, bisa dirasakan manfaatnya setiap tahun oleh warga, dan menjadi kekayaan budaya yang membanggakan bagi Desa Bangsri,” tutupnya.

Kegiatan Sedekah Bumi ini tidak hanya menjadi perayaan lokal, tetapi juga mencerminkan kekuatan nilai-nilai tradisional yang tetap hidup di tengah arus modernisasi. Di Desa Bangsri, budaya tidak hanya dilestarikan, tapi juga dikembangkan menjadi kekuatan sosial yang memperkuat identitas desa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita