Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Berita

Warga Desa Gandu Keluhkan Minimnya Penerangan Jalan, Sering Terjadi Kecelakaan di Jalur Wisata

badge-check


					Warga Desa Gandu Keluhkan Minimnya Penerangan Jalan, Sering Terjadi Kecelakaan di Jalur Wisata Perbesar

Klikjateng, Blora – Kepala Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Iwan Sucipto, mengungkapkan keluhan warga terkait belum adanya penerangan jalan umum (PJU) di jalur utama menuju desa mereka. Jalur yang menghubungkan Gayam ke Gandu ini dinilai sangat rawan karena melintasi kawasan hutan dengan banyak tikungan tajam dan kondisi jalan yang masih memprihatinkan.

“Sampai saat ini belum ada penerangan jalan umum menuju ke Desa Gandu. Dari Gayam ke Gandu itu kan hutan, memang butuh penerangan karena aktivitas warga cukup padat. Jalan ini juga menjadi jalur pintas dari Gandu ke Sale dan Blora,” ujar Iwan Sucipto saat ditemui di balai desa. (12/05/25).

Selain sebagai akses utama warga, jalur tersebut juga menjadi rute menuju lokasi wisata Sabrangan. Sayangnya, kata Iwan, kondisi jalan yang rusak dan licin saat hujan sering menyebabkan kecelakaan. “Kalau sering kecelakaan itu di lokasi wisata Sabrangan Forest Park, karena jalannya licin, jelek, dan tanpa penerangan,” tambahnya.

Pihak desa, menurut Iwan, sudah pernah mengajukan permohonan bantuan PJU ke pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kemarin sudah diajukan, tapi belum ada kabar lanjutan dari pihak terkait,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini belum pernah ada bantuan PJU dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk desa Gandu.

Minimnya penerangan jalan di malam hari, kata dia, memicu kekhawatiran warga, terutama karena jalur tersebut melewati hutan. “Dampaknya ya kita harus meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Warga sebisa mungkin menghindari keluar malam,” jelasnya.

Iwan berharap pemerintah kabupaten melalui dinas terkait bisa segera merealisasikan pembangunan PJU di jalur Gayam–Gandu yang panjangnya sekitar 3 kilometer. “Yang penting di setiap di tikungan-tikungan, supaya ada dan bisa mencegah kecelakaan dan tindak kejahatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita