Klikjateng, Blora – PT BPR BKK Blora (Perseroda) mencatatkan peningkatan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2024, total aset BPR BKK Blora mencapai Rp464,1 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp419,1 miliar.
Direktur Utama BPR BKK Blora, Puguh Haryono, menyampaikan bahwa pencapaian ini menunjukkan komitmen bank dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan usaha di tengah tantangan ekonomi.
“Kami bersyukur karena kinerja keuangan BPR BKK Blora terus menunjukkan tren positif. Hal ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang prudent serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan kami,” ujar Puguh. Kamis (30/01/2025).
Liabilitas dan Simpanan Nasabah Mengalami Kenaikan
Dari sisi liabilitas, total kewajiban bank mengalami peningkatan dari Rp358,4 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp398,9 miliar di tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya simpanan nasabah, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito.
Simpanan tabungan tercatat sebesar Rp285,8 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp250,5 miliar. Sementara itu, simpanan deposito juga mengalami kenaikan dari Rp101,5 miliar di tahun 2023 menjadi Rp107,8 miliar di tahun 2024.
“Peningkatan simpanan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya kepada BPR BKK Blora sebagai lembaga keuangan yang aman dan terpercaya,” jelasnya.
Ekuitas dan Laba Tahun Berjalan terus tumbuh
Di sisi ekuitas, BPR BKK Blora juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Total ekuitas bank pada akhir 2024 mencapai Rp65,1 miliar, naik dari Rp60,7 miliar di tahun sebelumnya.
Laba tahun berjalan juga mengalami kenaikan menjadi Rp13,4 miliar dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp12,1 miliar.
“Kami tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset, peningkatan laba, serta pengelolaan risiko yang baik agar keuangan bank tetap sehat,” tambah Puguh.
Laporan posisi keuangan terbaru menunjukkan pertumbuhan positif dalam berbagai aspek, termasuk peningkatan kredit yang diberikan serta likuiditas bank yang semakin kuat.
Kredit yang Diberikan Bertumbuh
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan aset adalah pertumbuhan kredit yang diberikan. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp346,4 miliar, naik dari Rp317,1 miliar pada tahun 2023.
Setelah dikurangi penyisihan penilaian kualitas aset, jumlah kredit bersih yang diberikan mencapai Rp314,4 miliar, meningkat dari Rp284,3 miliar pada tahun sebelumnya.
Likuiditas Meningkat
Bank juga mengalami peningkatan dalam penempatan dana pada bank lain, yang naik dari Rp113,2 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp127,1 miliar di tahun 2024. Sementara itu, kas bank juga mengalami kenaikan dari Rp5,2 miliar menjadi Rp7,4 miliar.
Kondisi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR BKK Blora yang semakin tinggi, sekaligus memperkuat likuiditas bank dalam menjalankan operasionalnya.
Komitmen Menyalurkan Dana ke Masyarakat Blora
BPR BKK Blora menegaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun dari masyarakat Blora akan tetap disalurkan kembali ke masyarakat setempat. Hal ini bertujuan agar ekonomi lokal tetap bergerak dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat yang maksimal.
“Kami tidak menyalurkan dana ke luar daerah. Semua dana yang dihimpun dari masyarakat Blora akan kembali untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Blora,” tegasnya.
Dengan kinerja keuangan yang terus meningkat, BPR BKK Blora optimistis menghadapi tahun 2025 dengan strategi yang tetap berfokus pada keberlanjutan dan penguatan sektor ekonomi lokal.






