Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Guru Penggerak di Rembang Didorong Berbagi Ilmu, Transformasi Pendidikan Diupayakan Lebih Luas

badge-check


					Guru Penggerak di Rembang Didorong Berbagi Ilmu, Transformasi Pendidikan Diupayakan Lebih Luas Perbesar

Klikjateng, Rembang – Guru penggerak di Kabupaten Rembang didorong untuk berbagi ilmu dan pengalaman guna memastikan transformasi pendidikan memberikan dampak yang lebih luas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Sutrisno, dalam acara Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 di Gedung Haji, Senin (2/12/24).

Sutrisno menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh para guru dari Program Guru Penggerak (PGP) harus dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, bukan hanya untuk individu. Para guru diharapkan dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada siswa dan rekan sejawat guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Rembang.

“Kemampuan yang telah dikuasai bukan hanya untuk diri sendiri, namun harus ditularkan ke anak-anak didik kita. Semoga pendidikan di Kabupaten Rembang semakin baik,” ungkapnya.

Kekurangan Kepala Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Sutrisno juga mengungkapkan bahwa masih terdapat 42 posisi kepala sekolah yang kosong di Kabupaten Rembang. Sementara itu, sebanyak 18 guru penggerak yang telah lulus program belum dilantik menjadi kepala sekolah.

“Artinya, masih banyak formasi kepala sekolah yang tersedia. Oleh karena itu, tahun depan para guru bisa mendaftar Program Guru Penggerak, sehingga di tahun berikutnya dapat mengabdi sebagai kepala sekolah untuk membimbing, bergerak, tergerak, dan menggerakkan komunitas di sekolahnya,” jelasnya.

Peningkatan IPM dan Pendidikan

Selain itu, Sutrisno memaparkan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Rembang dua tahun lalu berada di angka 70, naik menjadi 71 pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 72,8 di tahun 2024.

“Angka harapan sekolah juga meningkat dari 6 menjadi 7,8. Artinya, banyak yang sudah bersekolah dan sedikit yang putus sekolah,” tambahnya.

Program GASPOL 12

Sutrisno juga menyoroti keberhasilan Program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (GASPOL 12) yang digagas oleh Pemkab Rembang. Program ini terbukti mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah dan mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Terima kasih atas kerja keras kita semua. Program GASPOL 12 telah berhasil memastikan pendidikan dasar yang layak bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan berbagai upaya ini, Sutrisno optimistis pendidikan di Kabupaten Rembang akan semakin maju dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita