Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Arief Rohman Dorong Pendidikan Inklusif di Blora, Program Satu Desa Dua Sarjana Jadi Andalan

badge-check


					Arief Rohman Dorong Pendidikan Inklusif di Blora, Program Satu Desa Dua Sarjana Jadi Andalan Perbesar

Klikjateng, Blora – Calon Bupati Blora, Arief Rohman, terus menunjukkan komitmennya dalam bidang pendidikan. Hal ini kembali ia tegaskan dalam acara Jagong Asik yang berlangsung di “Djadoelan” Kopi, Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, pada Kamis (14/11/24). Bersama masyarakat setempat, Arief membahas peran strategis pendidikan dalam membangun masa depan generasi muda Blora.

Dalam kesempatan itu, Arief memaparkan program unggulannya, Satu Desa Dua Sarjana, yang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini telah berjalan dan akan terus diperkuat di masa mendatang.

“Pendidikan adalah jembatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Program Satu Desa Dua Sarjana bukan hanya janji, tetapi sudah kami laksanakan. Kami berkomitmen memberikan beasiswa kepada generasi muda Blora agar mereka bisa kuliah dan mengangkat kesejahteraan keluarga. Mohon doa restu dan dukungannya untuk Sesarengan mBangun Blora Maju dan Berkelanjutan,” ujar Arief.

Warga Apresiasi Program Pendidikan

Masyarakat yang hadir mengapresiasi langkah Arief dalam meningkatkan akses pendidikan. Seorang warga menyampaikan terima kasih atas program pendidikan nonformal melalui SKB (Sanggar Kegiatan Belajar), yang memungkinkan anak-anak menyelesaikan pendidikan formal secara daring tanpa biaya.

“Adanya program kerja paket di SKB sangat membantu, terutama bagi santri yang mondok formal di SMP dan SMA. Mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus datang ke SKB, tapi tetap mendapatkan ijazah formal. Ini sangat penting untuk legalitas di masa depan,” ujar warga tersebut.

Cerita Sukses: Dari Pesantren ke Politeknik

Arief juga membagikan kisah sukses salah satu penerima manfaat program pendidikan. “Ada anak perempuan dari Sumberejo yang hafal Al-Qur’an, mondok di Kunduran. Ia ingin kuliah tapi terkendala biaya. Kami ada 5 kerjasama dengan perguruan tinggi, saya carikan sekolah yang langsung bekerja, akhirnya di Politeknik PU. Alhamdulillah, ia diterima dan kini bisa kuliah, selesai kuliah dan nanti lulus, pasti bisa langsung bekerja di situ. Pendidikan seperti ini bisa mengubah nasib keluarga,” kata Arief.

Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat

Dalam diskusi tersebut, masyarakat juga menyoroti kedekatan Arief dengan Presiden Prabowo Subianto. Mereka berharap sinergi ini dapat membawa lebih banyak program pemerintah pusat ke Blora.

“Kami tahu Pak Arief dekat dengan Pak Presiden Prabowo. Semoga ini bisa membawa program-program pendidikan dan infrastruktur yang lebih baik ke Blora,” ungkap seorang warga.

Arief menanggapi dengan menegaskan pentingnya aspirasi dari semua lapisan masyarakat. “Kami ingin mendengar masukan dari berbagai segmen, termasuk soal pendidikan, agar bisa membuat kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.

Pendidikan Inklusif untuk Masa Depan

Arief menutup perbincangan dengan menggarisbawahi bahwa pendidikan harus inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Blora yang tertinggal dalam pendidikan, apa pun latar belakangnya. Dengan pendidikan, kita bisa menciptakan generasi emas Blora yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita