Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka Kembali Program Inpassing untuk Guru Swasta

badge-check


					Mendikdasmen Abdul Mu’ti Buka Kembali Program Inpassing untuk Guru Swasta Perbesar

Klikjateng – Kabar gembira datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bagi para guru swasta di seluruh Indonesia. Setelah sempat ramai polemik terkait tambahan gaji Rp2 juta yang dinilai kurang memperhatikan keberadaan guru swasta, kini pemerintah meluncurkan program baru yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Abdul Mu’ti mengumumkan bahwa program Inpassing bagi guru swasta akan segera dibuka kembali, sehingga mereka dapat menikmati peningkatan status dan tunjangan yang setara dengan guru ASN.

Dalam pernyataannya, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa ia telah mengamati anggaran yang akan dialokasikan untuk program ini dalam APBN tahun 2024 dan 2025. “Soal Inpassing, saya intip anggaran 2024 dan 2025 sepertinya akan ada, saya sudah japri kepada Ibu Dirjen,” kata Abdul Mu’ti, seperti dikutip dari kanal YouTube KEMENDIKBUD RI pada Minggu, 3 November 2024.

Program Inpassing merupakan langkah pemerintah untuk menyetarakan jabatan, pangkat, dan golongan bagi guru swasta yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus menjadi syarat bagi mereka untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Dengan kebijakan ini, diharapkan para guru swasta dapat merasakan kesetaraan kesejahteraan dengan guru ASN, tanpa ada diskriminasi.

Abdul Mu’ti menambahkan, inisiasi program ini muncul saat rapat retreat kabinet di Magelang, yang turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, Sri Mulyani juga telah memberikan catatan khusus mengenai anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan program Inpassing ini. “Waktu hasil kami dari Magelang ada note dari Bu Menteri Keuangan saya intip mudah-mudahan cara saya mengintip dan melihat jumlahnya tidak keliru,” ujarnya.

Namun, Abdul Mu’ti belum dapat memastikan kapan program Inpassing ini akan mulai dilaksanakan. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaannya masih akan dirancang oleh Ditjen GTK dan jajarannya. “Soal kapannya nanti biar Ibu Dirjen dan Pak Temu serta jajaran yang menindaklanjuti,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan betapa besar dampak positif dari program Inpassing ini bagi para guru swasta. Abdul Mu’ti bercerita, dirinya menyaksikan sendiri kebahagiaan yang dirasakan oleh guru-guru swasta yang berhasil memperoleh tunjangan sertifikasi. “Saya juga baru tahu betapa bahagianya guru dapat Inpassing itu, betapa bahagianya suami istri dapat sertifikasi,” ungkapnya. Ia pun turut merasakan kebahagiaan tersebut karena sang istri sendiri juga seorang guru.

Dengan diluncurkannya kembali program Inpassing ini, para guru swasta diharapkan dapat merasa dihargai dan lebih sejahtera dalam menjalankan tugas mulianya mencerdaskan generasi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita