Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Wamentan Sudaryono Tegaskan HPP Gabah Rp 6.500 Berlaku Mulai 15 Januari 2025

badge-check


					Wamentan Sudaryono Tegaskan HPP Gabah Rp 6.500 Berlaku Mulai 15 Januari 2025 Perbesar

Klikjateng, Blora – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram akan mulai berlaku pada 15 Januari 2025. Pernyataan ini disampaikan melalui kanal TikTok resminya dan saat kunjungannya ke Desa Pelabuhan Dalam, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. (13/1/2025).

Dalam video yang diunggah di TikTok, Sudaryono mengungkapkan bahwa saat ini harga gabah di lapangan masih ada yang berada di kisaran Rp 5.400 per kilogram. Ia menilai kondisi ini sangat merugikan petani dan telah meminta Bulog Sumatera Selatan untuk memastikan pembelian gabah sesuai HPP mulai 15 Januari 2025.

“Petani harus mendapatkan keuntungan yang layak, karena semangat mereka menentukan produktivitas pangan nasional. Jika petani untung, panen meningkat, dan kita tidak perlu impor lagi,” ujar Sudaryono dalam unggahannya.

Ia juga menegaskan bahwa semua pihak, termasuk aparat, harus berperan aktif dalam mengawal kebijakan ini. Menurutnya, kesejahteraan petani merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Mari kita kawal bersama kebijakan ini agar berjalan dengan baik. Petani sejahtera, ketahanan pangan terjaga,” pungkasnya.

Video pernyataan Sudaryono ini mendapat beragam respons dari netizen, terutama dari kalangan petani yang berharap kebijakan tersebut dapat terealisasi di lapangan tanpa kendala.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita