Klikjateng, Blora – Warga Dukuh Ndangklutuk, Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, melakukan aksi protes terkait kondisi jalan desa yang rusak parah dan membahayakan pengendara. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini dinilai warga mendesak untuk segera diperbaiki karena dipenuhi lubang yang membahayakan pengendara, terlebih saat musim hujan tiba. Kamis (31/10/2024), warga meminta agar jalan ini bisa segera dibangun menggunakan dana desa.
Kerusakan yang terjadi bukan hanya sekadar lubang kecil, tetapi juga lubang besar yang tersebar di seluruh ruas jalan. Kondisi jalan menjadi lebih parah saat hujan turun, di mana lubang-lubang tersebut menjadi genangan air, membuat jalan licin dan berbahaya bagi pengendara motor maupun mobil. Menurut warga, jalan ini memiliki tanjakan dan turunan yang semakin meningkatkan risiko kecelakaan.
Salah satu warga setempat, Susilo, mengungkapkan bahwa jalan ini sebelumnya pernah diperbaiki pada tahun 2022 oleh PT. Andesmon, yang kala itu mendapatkan kontrak di Desa Kalinanas. Namun, kualitas cor jalan tersebut dinilai kurang kokoh, karena hanya bertahan tiga tahun dan kini kembali mengalami kerusakan parah.
“Bangunan cor jalan ini sudah rusak lagi, baru tiga tahun tapi lubang sudah ada di mana-mana. Kemarin ada pengendara yang jatuh di sini karena menghindari lubang. Pemerintah desa seharusnya segera memperbaiki atau setidaknya melakukan perawatan,” ungkap Susilo.
Aspirasi yang Tak Didengar dalam Musrenbangdes
Susilo juga mengaku kecewa karena dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes), dirinya tidak diundang. Akibatnya, ia tidak dapat menyampaikan aspirasinya terkait perbaikan jalan di RT-nya. Sebagai mantan Ketua Karang Taruna Desa Kalinanas, ia merasa jalan ini seharusnya menjadi prioritas pembangunan desa.
Menurut Susilo, rencana pembangunan jangka menengah desa ini rupanya telah disusun sebelumnya, sehingga ketika RT mengajukan usulan, sudah tidak dapat diterima. Ia menyayangkan keputusan tersebut karena jalan di Dukuh Ndangklutuk ini merupakan akses vital bagi warga, terutama untuk transportasi sehari-hari.
“Saya sangat kecewa dengan hasil rapat desa ini. Saya sudah meminta Pak RT untuk mengusulkan perbaikan jalan ini, tetapi tidak ada tindak lanjutnya. Sepertinya semuanya sudah diatur sebelumnya,” kata Susilo.
Viral di Media Sosial sebagai Bentuk Kekecewaan
Tak berhenti sampai di situ, Susilo bahkan berencana membuat video kondisi jalan rusak tersebut dan menyebarkannya di media sosial agar mendapat perhatian yang lebih luas. Ia berharap videonya bisa viral dan didengar oleh pemerintah, terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blora, agar segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Ini bentuk aspirasi masyarakat karena bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah desa. Apa pemerintah tidak melihat kondisi jalan di Desa Kalinanas ini? Kami hanya ingin jalan ini segera diperbaiki demi keselamatan warga,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah Desa Kalinanas segera merespons keluhan ini dan memperbaiki jalan dengan dana desa atau mengajukan bantuan perbaikan ke pemerintah daerah. Mereka khawatir jika jalan tersebut terus dibiarkan rusak, kecelakaan akan semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan pengguna jalan.






