Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Kunjungi Jatirejo Farm, Tinjau Pengembangbiakan Sapi Wagyu

badge-check


					Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Kunjungi Jatirejo Farm, Tinjau Pengembangbiakan Sapi Wagyu Perbesar

Klikjateng, Semarang – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, melakukan kunjungan ke Jatirejo Farm di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, untuk melihat secara langsung pengembangbiakan sapi wagyu, sapi asal Jepang yang dikenal dengan kualitas daging premium.

Dalam kunjungannya, Mbak Ita mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi besar dari peternakan terpadu tersebut. “Di Jatirejo Farm ada peternakan sapi perah untuk produksi susu, serta penggemukan sapi untuk daging. Yang istimewa di sini adalah pengembangan sapi wagyu,” ujar Mbak Ita.

Jatirejo Farm bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam program pengembangbiakan sapi wagyu yang masih jarang dikenal di Indonesia, khususnya di Semarang. “BRIN akan membantu dalam pengambilan semen beku atau sperma sapi wagyu yang bisa digunakan untuk pengembangbiakan di Kota Semarang dan wilayah lainnya,” tambahnya.

Mbak Ita juga menjelaskan bahwa Jatirejo Farm merupakan peternakan terpadu, di mana kotoran ternak dimanfaatkan untuk biogas dan pupuk, serta pakan sapi yang dibudidayakan sendiri dari jenis rumput Pak Cong yang kaya protein. Proses pembuatan pakan ternak di Jatirejo Farm juga menggunakan mesin chopper bertenaga surya.

“Pemeliharaan sapi di sini dimulai sejak umur 1 hingga 4 bulan, dilanjutkan dengan tahap penggemukan hingga produksi susu. Semua proses dilakukan secara terintegrasi,” kata Mbak Ita.

Wali Kota Semarang tersebut berharap para peternak lain bisa mencontoh model peternakan di Jatirejo Farm. Ia juga memuji sinergi antara BRIN, BRIDA, dan Pemkot Semarang yang berhasil menciptakan inovasi-inovasi untuk ketahanan pangan, termasuk budidaya padi biosalin di wilayah pesisir serta budidaya bawang merah dan padi genja.

“Semoga pengembangan sapi wagyu ini dapat memenuhi kebutuhan daging di Kota Semarang, terutama untuk restoran, kafe, rumah makan, dan hotel,” tutup Mbak Ita.

 

(Sa-v)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita