Klikjateng, Blora – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang akan digelar di Blora pada 15 -16 Februari, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, menegaskan pentingnya peran pers dalam pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa pemberitaan, keberhasilan pembangunan akan terasa sunyi, sedangkan ketidakberhasilan yang diberitakan bisa menjadi ramai.
“Peran pers itu urgent dalam membangun Blora. Keberhasilan pembangunan tanpa pemberitaan akan sunyi. Sebaliknya, jika ada ketidakberhasilan lalu diberitakan, pasti ramai. Maka dari itu, pers harus memainkan perannya secara profesional,” ujar Siswanto yang juga mantan jurnalis.
Tantangan dan Evolusi Media
Sebagai mantan jurnalis, Siswanto melihat bagaimana media mengalami evolusi pesat. Dahulu, media online tidak sebanyak sekarang, tetapi kini jumlahnya menjamur. Hal ini menurutnya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi jurnalis.
“Jurnalis harus cerdas bersinergi. Dewan dan pers bukan lawan, kita sama-sama anak bangsa. Harus cari titik persamaan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Siswanto juga menekankan bahwa dirinya selalu mendukung kebebasan pers dan profesionalisme jurnalis di Blora. Ia kerap hadir dalam acara media, serta menjadi referensi bagi jurnalis yang sedang menjalani pelatihan.
“Saya banyak berkomentar tentang skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat. Ini bentuk kontribusi saya untuk membantu jurnalis memahami kebutuhan daerah,” tuturnya.
Hubungan Pemda dan Media, serta Upaya Mengurangi Hoaks
Terkait hubungan antara pemerintah daerah dan media lokal, Siswanto menilai selama ini hubungan keduanya cukup baik. Namun, ia melihat masih ada ruang untuk meningkatkan kerja sama, terutama dalam bidang pemberitaan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“Sinergitas antara pemerintah daerah dan pers perlu diperkuat, terutama dalam pemberitaan yang berkaitan dengan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Mengenai maraknya berita hoaks, ia menilai perlu regulasi ketat dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), agar bisa melakukan pengawasan dan tindakan lebih tegas.
“Hoaks harus dikurangi. Menteri Komdigi harus membuat regulasi yang ketat dan melakukan pengawasan serta tindakan yang lebih serius,” tegasnya.
Pesan untuk Jurnalis Muda dan Harapan untuk Pers di Blora
Untuk para jurnalis muda, Siswanto berpesan agar mereka selalu profesional dan tetap berpijak pada realitas.
“Jurnalis adalah pilihan profesi. Harus profesional, pikirannya boleh setinggi langit, tapi kakinya harus tetap menapak di bumi,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa media memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait isu-isu pembangunan, kesehatan, dan pendidikan.
“Semua itu bertujuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat,” imbuhnya.
Menghadapi era digitalisasi dan tantangan global, Siswanto berharap wartawan bisa semakin cerdas dan memanfaatkan jaringan relasi mereka untuk pengembangan karir.
“Menjadi jurnalis itu membuka peluang besar. Relasi yang luas bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, misalnya berbisnis, berorganisasi, bahkan berpolitik,” pungkasnya.
Peringatan HPN 2025 di Blora diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan integritas jurnalisme daerah. Siswanto pun mengusulkan tema “Sinergitas Pemda dan Pers dalam Mewujudkan Visi Misi Pemerintah Daerah” agar jurnalis dan pemerintah semakin selaras dalam membangun Blora.






