Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Wakil Bupati Blora: Penanganan HIV Tidak Boleh Kendor

badge-check


					Wakil Bupati Blora: Penanganan HIV Tidak Boleh Kendor Perbesar

Klikjateng, Blora – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menegaskan bahwa upaya penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Blora tidak boleh mengalami pelemahan sedikit pun. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Senin (1/12/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Daerah Blora Edy Widayat, Ketua TP PKK Blora Ainia Shalichah, serta Ibu-ibu dari Gerakan Organisasi Wanita (GOW).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini itu menyampaikan bahwa tema internasional peringatan tahun ini adalah “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response”, sedangkan tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.

Menurutnya, dua tema tersebut menegaskan pentingnya ketangguhan menghadapi disrupsi global, tantangan sosial, dan dinamika pendanaan tanpa mengurangi komitmen menuju target Ending AIDS 2030.

“Justru sebaliknya, kita harus bangkit, beradaptasi, dan melakukan transformasi menyeluruh dalam sistem layanan HIV/AIDS agar semakin kuat, responsif, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat,” ujar Sri Setyorini.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan tata kelola kesehatan, efisiensi pendanaan, serta pemberdayaan komunitas sebagai mitra utama. Semua itu diperlukan untuk memastikan layanan HIV/AIDS di Blora tetap inklusif, manusiawi, dan mudah diakses, terutama bagi kelompok rentan.

Penurunan Kasus HIV di Blora

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati turut memaparkan perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blora. Data menunjukkan fluktuasi selama beberapa tahun terakhir:

213 kasus pada 2022

190 kasus pada 2023

212 kasus pada 2024

145 kasus pada 2025 (mengalami penurunan signifikan)

Dari jumlah kasus 2025 tersebut, 21% merupakan pendatang, sementara 58% berasal dari kelompok usia produktif 25–49 tahun.

“Angka-angka ini memberi pesan jelas bahwa penanganan HIV tidak boleh kendor. Kita harus terus memperkuat pengawasan, memperluas edukasi, mendorong deteksi dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, dan menciptakan lingkungan yang bebas stigma,” tegasnya.

Sri Setyorini juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, relawan, dan komunitas peduli HIV yang selama ini bekerja tanpa lelah.

Ia menegaskan bahwa penanganan HIV membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi pemuda, hingga peran keluarga.

Ainia Shalichah: Tetap Kuat, Tetap Berharap

Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah, turut memberikan penguatan moral kepada para peserta, termasuk penyintas HIV. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama di mata Tuhan.

“Allah SWT tidak melihat jabatan, status, sehat atau sakitnya kita. Yang dilihat adalah hati kita dan bagaimana kita menjalani kehidupan dengan ikhlas dan tetap berusaha,” ujar Ainia.

Ia mengapresiasi keteguhan para penyintas dalam menjalani pengobatan dan proses pendampingan, serta mengajak mereka untuk terus kuat dan tidak merasa sendirian.

Ainia juga menekankan pentingnya keberlanjutan layanan HIV, termasuk akses obat, konseling, serta pendampingan psikososial. Ia mendorong seluruh komunitas dan organisasi untuk menjadi ruang yang aman dan inklusif.

“Organisasi dan komunitas harus menjadi wadah yang aman dan inklusif. Tempat kita saling berbagi, saling mendengarkan, dan saling menguatkan,” tutupnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Blora tahun ini menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen, memperluas edukasi, dan memastikan setiap penyintas HIV mendapat layanan tanpa diskriminasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita