Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

“Video Sidak Dapur SPPG Blora Viral, Mitra Yayasan Semua Anak Bangsa Angkat Bicara”

badge-check


					“Video Sidak Dapur SPPG Blora Viral, Mitra Yayasan Semua Anak Bangsa Angkat Bicara” Perbesar

Klikjateng, Blora – Mitra Yayasan Semua Anak Bangsa selaku pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora menyayangkan beredarnya video hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora di dapur SPPG Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo. Video tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Mitra yayasan, Jalal, menilai penyebaran video itu kurang tepat karena dapat menimbulkan kesalahpahaman publik mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami sangat terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari Dinkesda. Namun, kami menyesalkan adanya video saat sidak yang tersebar luas tanpa konteks yang jelas. Hal itu berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga kami dan para petugas yang sudah bekerja keras setiap hari,” ujar Jalal, Jumat (11/10/2025).

Menurutnya, setiap temuan di lapangan seharusnya diselesaikan secara internal dan dibahas bersama untuk perbaikan, bukan langsung diviralkan. Pihak yayasan, kata Jalal, segera melakukan pembenahan di area dapur yang menjadi sorotan, termasuk meningkatkan kebersihan, pengelolaan sampah, serta manajemen distribusi bahan makanan.

“Kami tidak anti kritik. Justru kami berterima kasih atas perhatian dan pengawasan pemerintah. Tapi kami berharap proses pembinaan dilakukan dengan cara yang mendidik dan beretika, demi menjaga kepercayaan publik,” tambahnya.

Jalal menegaskan bahwa tujuan utama SPPG adalah memberikan pelayanan gizi terbaik bagi masyarakat penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, video yang memperlihatkan kondisi dapur SPPG Sidomulyo saat sidak oleh petugas Dinkesda Blora dan Puskesmas setempat beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat tumpukan bahan makanan serta beberapa area dapur yang dinilai kurang bersih.

Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, membenarkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang menjadi salah satu syarat penerbitan Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).

“Kegiatan itu dilakukan oleh tim gabungan dari Dinkesda dan petugas Puskesmas setempat. Terkait video yang beredar, saya tidak tahu siapa yang mengambil dan menyebarkannya,” ujar Edi.

“Aku yo ra ngerti to, mas. Sopo sing jupuk, sopo sing memviralkan,” tambahnya dengan logat khas Blora.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, membenarkan bahwa dapur SPPG Sidomulyo memang belum memenuhi standar sanitasi dan tata kelola pangan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa pelanggaran seperti pengelolaan limbah cair tanpa pengolahan memadai, penumpukan sampah, serta tata letak dapur yang berantakan dan berpotensi menimbulkan kontaminasi silang.

Selain itu, bahan makanan ditemukan disimpan tidak sesuai prosedur, seperti bahan kering yang diletakkan di lantai dan bahan beku yang tidak dikelola dengan baik. Jalur keluar-masuk bahan mentah dan matang pun belum dipisahkan dengan benar.

“Kami telah memberikan teguran keras dan waktu tujuh hari kepada pengelola untuk melakukan perbaikan total. Ini menjadi peringatan bagi seluruh dapur SPPG agar tidak mengabaikan aspek kebersihan dan keamanan pangan,” tegas Artika.

Ia juga menyoroti menu makanan yang dinilai monoton dan kurang bergizi, serta fakta bahwa sebagian pekerja belum memiliki sertifikat penjamah makanan sesuai standar.

Artika meminta agar Satuan Pelaksana Program (SPPI) lebih aktif melakukan pengawasan ke setiap dapur SPPG di wilayahnya agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi momentum bagi semua pihak — baik Dinkesda, yayasan, maupun pengelola dapur — untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan gizi di Kabupaten Blora. Dengan pembenahan menyeluruh dan komunikasi yang baik antarinstansi, diharapkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan lebih efektif, higienis, dan transparan bagi masyarakat penerima manfaat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita