Klikjateng, Blora – Warga Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, digegerkan dengan peristiwa tragis yang melibatkan seorang remaja berinisial T (20). Ia diduga tega menghabisi nyawa neneknya sendiri, hanya beberapa saat setelah sebelumnya sempat mencari sang ibu dan membacok seekor sapi milik warga.
Informasi tersebut disampaikan oleh warga setempat, Anas, yang mengaku pertama kali mendengar kabar adanya pembunuhan pada Jumat malam (25/7/2025), sekitar pukul 21.00 WIB.
“Awalnya itu sore kejadian, tapi baru ketahuan jam sembilan malam. Saya dengar katanya pelaku sebelumnya nyari ibunya dulu, tapi ibunya ngumpet di rumah saudara. Nggak ketemu, terus mungkin pelaku emosi dan malah melampiaskan ke sapi warga,” ujar Anas.
Anas menambahkan, sapi yang dibacok pelaku mengalami luka serius di bagian kepala. Meski tidak sampai mati, sapi tersebut akhirnya dijual dengan harga yang jauh di bawah pasaran.
“Harusnya bisa laku Rp15 juta, tapi karena luka bacok dijual cuma Rp6,5 juta,” ungkapnya.
Menurut Anas, perilaku pelaku sebelum kejadian memang sudah mengarah pada hal-hal mencurigakan. Ia sempat membawa pisau sambil mengucapkan ancaman, “tak bunuh kamu, tak bunuh kamu.” Hal itu membuat keluarga mencurigai bahwa kondisi kejiwaan pelaku tidak stabil.
“Setelah kejadian, pelaku itu sempat mengaji di rumah guru ngajinya, yang lokasinya sebelahan sama masjid. Mungkin habis itu ada obrolan apa gitu, akhirnya pelaku dibawa ke daerah Rembang sama warga dan keluarganya, katanya mau diobati karena dikira kerasukan,” lanjut Anas.
Korban yang diketahui bernama Mbah Pat ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar rumah. Pelaku diduga menggunakan sebilah bendo untuk menghabisi nyawa neneknya.
“Saya nggak tega lihatnya, Mas. Saya tahu dari video, itu mayatnya sudah terbujur kaku,” kata Anas dengan nada pilu.
Warga sekitar mengenal pelaku sebagai pribadi yang pendiam dan sopan. Bahkan, T disebut sebagai tulang punggung keluarga.
“Mungkin karena terlalu ditekan, ya Mas. Dia itu satu-satunya harapan keluarga,” tambah Anas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki motif pasti dan kondisi kejiwaan pelaku. Belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.






