Menu

Mode Gelap
Tiga Warga Kunduran Terbakar Akibat Kebocoran Gas Elpiji 3 Kg, Dua Korban Alami Luka Serius Gerhana Bulan Total Terjadi 3 Maret 2026, Bisa Disaksikan di Indonesia Pengelola Sumur Tua Minta Tarif Jasa Angkat Angkut Naik Jadi 80 Persen ICP, ESDM Kaji Revisi Aturan Lama ‎ Kecelakaan Beruntun di Jalan Nasional Blora–Cepu, Tiga Orang Luka Masuk Pekan Kedua Ramadan 1447 H, Satgas Pangan Polres Blora Pastikan Harga Bapokting Stabil Polda Jateng Ungkap 318 Kasus Narkoba Awal 2026, 386 Tersangka Diamankan ‎

Berita

Tiga Warga Kunduran Terbakar Akibat Kebocoran Gas Elpiji 3 Kg, Dua Korban Alami Luka Serius

badge-check


					Tiga Warga Kunduran Terbakar Akibat Kebocoran Gas Elpiji 3 Kg, Dua Korban Alami Luka Serius Perbesar

Klikjateng, Blora – Tiga warga Desa Bakah, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora mengalami luka bakar setelah terjadi insiden kebocoran tabung gas elpiji 3 kilogram yang menyambar api di dapur rumah salah satu korban, Rabu (4/3/2026) sore.

‎Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di rumah milik SY (35). Saat itu, SY baru saja membeli tabung gas elpiji 3 kg dan hendak memasangnya untuk memasak. Namun karena mengalami kesulitan memasang regulator, ia kemudian meminta bantuan rekannya, SJ (39), yang juga merupakan warga setempat.

‎Saat SJ mencoba memasang regulator di dapur, diduga terjadi kebocoran gas dari tabung tersebut. Di saat bersamaan, di dapur masih terdapat bara api yang menyala dari perapian tradisional atau pawon bekas memasak sebelumnya.

‎Gas yang keluar dari tabung dengan cepat menyambar bara api hingga menimbulkan kobaran api yang langsung mengenai tubuh kedua korban.

‎Seorang warga lainnya, S (45), yang berada di lokasi kejadian dan berusaha memberikan pertolongan juga ikut terkena sambaran api hingga mengalami luka bakar.

‎Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian bersama anggota Reskrim dan personel Koramil langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari perangkat desa.

‎“Benar telah terjadi peristiwa orang terbakar akibat kebocoran gas elpiji. Korban SY mengalami luka bakar sekitar 54 persen, korban SJ mengalami luka bakar 64 persen, dan korban S yang berniat menolong mengalami luka bakar sekitar 10 persen,” ujar Iptu Budi Santoso, Kamis (5/3/2026).

‎Menurutnya, para korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kunduran, kondisi luka bakar yang dialami SY dan SJ tergolong cukup serius sehingga memerlukan perawatan intensif.

‎Petugas kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

‎Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasang tabung gas elpiji di rumah.

‎“Pastikan tidak ada sumber api yang menyala seperti puntung rokok atau perapian saat mengganti tabung gas, agar tidak terjadi kebakaran maupun ledakan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita