Klikjateng, Pati – Ketua DPD Genta Pangan (Gerakan Tata Kelola Pangan) Kabupaten Blora, Sugiharto, menghadiri acara konsolidasi dan pemantapan calon pengurus Genta Pangan ex Karesidenan Pati pada Kamis (9/1/2025) di Jimbaran, Kayen, Pati. Acara ini bertujuan memperkuat sinergi antar kabupaten dalam membangun kedaulatan pangan yang mandiri dan berkeadilan.
Genta Pangan yang digagas Budiman Sudjatmiko bertujuan menciptakan kemandirian pangan di tingkat lokal dengan memberdayakan petani dan masyarakat. Sugiharto menyampaikan bahwa gerakan ini menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
“Kami berkomitmen untuk membangun kedaulatan pangan lokal dengan mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses pasar yang adil,” ujar Sugiharto.
Dalam diskusi, Sugiharto menjelaskan tujuh tujuan utama Genta Pangan:
1. Membangun Kedaulatan Pangan Lokal – Mengurangi ketergantungan impor dan memastikan ketersediaan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
2. Meningkatkan Kesejahteraan Petani – Memberikan harga yang layak dan memperkuat posisi tawar petani.
3. Pengelolaan Pangan Berkelanjutan – Mendorong praktik pertanian ramah lingkungan.
4. Mengoptimalkan Teknologi – Menerapkan inovasi modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
5. Peningkatan Ketahanan Ekonomi Lokal – Menjadikan sektor pertanian sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
6. Pemberdayaan Komunitas Lokal – Melibatkan komunitas dan koperasi tani dalam program pangan.
7. Sinergi Pemerintah dan Swasta – Mengoptimalkan kolaborasi antar pihak untuk mendukung kedaulatan pangan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan pengurus dari kabupaten lain di ex Karesidenan Pati. Mereka menyatakan komitmen bersama dalam mendorong implementasi program Genta Pangan di daerah masing-masing.
“Kami percaya, dengan sinergi yang kuat antara petani, komunitas lokal, pemerintah, dan swasta, kedaulatan pangan di Indonesia dapat terwujud,” tegas Sugiharto menutup sesi diskusi.
Gerakan Genta Pangan diharapkan mampu menjadi model pengelolaan pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia.






