Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

SPPG Kemadu Resmi Beroperasi, Wabup Rembang Ingatkan Pengelolaan MBG Harus Ketat

badge-check


					SPPG Kemadu Resmi Beroperasi, Wabup Rembang Ingatkan Pengelolaan MBG Harus Ketat Perbesar

Klikjateng, Rembang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali memperluas jaringannya di Kabupaten Rembang. Unit layanan terbaru berlokasi di Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, dan resmi diluncurkan pada Kamis (25/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), M. Hanies Cholil Barro’, menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat. Ia menegaskan, kasus keracunan massal yang sempat menimpa ratusan siswa SMPN 1 Kragan tidak boleh terulang, meskipun hasil laboratorium terkait penyebab pasti kasus tersebut belum diumumkan.

“Sekolah inikan ada PAUD, SMP, SMA, jam sekolahnya beda, menunya beda, ini harus disesuaikan. Termasuk distribusinya disesuaikan dengan permintaan dari sekolah,” ujar Wabup.

Ia menambahkan, waktu memasak dan distribusi makanan harus benar-benar diperhatikan agar makanan tetap layak konsumsi.

“Untuk pengiriman siang, masaknya lebih mundur agar tidak terjadi masakan kadaluarsa. Kalau masaknya pagi dikonsumsi siang kan sudah bahaya,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Hanies juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak membiarkan siswa maupun guru membawa pulang sisa makanan MBG. Hal ini dinilai berisiko terhadap kesehatan sekaligus menghambat evaluasi program.

“Jika bersisa, ada kemungkinan siswa itu alergi terhadap makanan tersebut. Bisa juga salah masak dan sebagainya, itu bisa menjadi catatan di SPPG. Kalau dibawa pulang nanti SPPG-nya tidak tahu, tahunya mereka habis aja,” tegasnya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa pengelolaan MBG harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Sayap teman-teman SPPG benar-benar serius melaksanakan MBG, ini uang rakyat. Uang yang jenengan terima dari gaji SPPI, ini uang rakyat,” tandas Wabup.

Sementara itu, Kepala SPPG Kemadu, Andik Setiawan, menyampaikan bahwa dapurnya saat ini melayani 12 sekolah dengan sasaran 2.073 siswa. Jadwal menu untuk dua minggu ke depan juga sudah disiapkan.

“Untuk menyikapi hal yang baru, kelas besar tentu kita buat berbeda dengan kelas 3 ke bawah. Kelas tiga ke bawah kita dahulukan, dan untuk pengiriman siang, masaknya kita mundurkan, sembari teman-teman yang masak istirahat dulu,” jelasnya.

Dengan beroperasinya SPPG Kemadu, Pemkab Rembang berharap pelayanan MBG semakin merata dan kualitas gizi siswa tetap terjaga.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita