Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Soft Launching Pilot Project Kawasan Pengolahan Sedimentasi Berkelanjutan di Morodemak Resmi Diluncurkan

badge-check


					Soft Launching Pilot Project Kawasan Pengolahan Sedimentasi Berkelanjutan di Morodemak Resmi Diluncurkan Perbesar

Klikjateng, Demak – Plt. Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, menghadiri acara Soft Launching Pilot Project Pengembangan Kawasan Berbasis Pengolahan Hasil Sedimentasi di Laut Secara Berkelanjutan yang berlangsung di Perairan Morodemak, Jumat (11/10/2024). Kegiatan ini diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, dengan Morodemak dijadikan percontohan program konservasi laut berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa program rehabilitasi kawasan Morodemak bertujuan untuk mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir serta memperbaiki ekosistem laut. “Pengelolaan sedimentasi ini dilakukan agar tidak menurunkan daya dukung ekosistem pesisir dan laut, sekaligus memberi dampak positif bagi aspek ekologi dan ekonomi,” jelasnya.

Morodemak, yang merupakan lokasi prioritas program ini, telah mengalami sedimentasi berat, terutama di Muara Sungai Tuntang Lama. Kondisi ini menyebabkan gangguan aktivitas nelayan, abrasi, dan kerusakan ekosistem mangrove. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan penanganan segera melalui program rehabilitasi dengan konsep pengembangan silvofisheries, penanaman mangrove, dan penataan kawasan pesisir.

Kawasan Morodemak Jadi Model Pengelolaan Sedimentasi

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL), Victor Gustaf Manoppo, menjelaskan bahwa Morodemak dipilih sebagai lokasi prioritas sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 208 Tahun 2023 karena sedimentasi yang mengancam alur kapal ikan. “Kawasan ini akan menjadi contoh inovatif dalam pengelolaan hasil sedimentasi di laut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Victor menambahkan bahwa pengelolaan sedimentasi akan membantu mengurangi dampak rob dan land subsidence yang selama ini merugikan nelayan dan masyarakat pesisir.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pj. Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan pentingnya kawasan pesisir sebagai sumber penghasilan utama bagi masyarakat nelayan. Ia berharap program rehabilitasi ini bisa mengatasi masalah sedimentasi yang menghambat aktivitas kapal nelayan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Wilayah pesisir memiliki potensi besar, namun tantangan lingkungan seperti sedimentasi menjadi masalah yang harus segera diatasi. Dengan program ini, kami optimis kesejahteraan nelayan akan meningkat,” pungkas Nana Sudjana.

Dengan dimulainya program ini, diharapkan kawasan Morodemak akan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sedimentasi laut yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

 

(Da/V)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita