Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Semarak HUT ke-80 RI, Dinsos P3A Blora Bagikan Bendera Merah Putih Gratis ke Warga

badge-check


					Semarak HUT ke-80 RI, Dinsos P3A Blora Bagikan Bendera Merah Putih Gratis ke Warga Perbesar

Klikjateng, Blora – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan pembagian bendera merah putih secara gratis kepada masyarakat di berbagai wilayah kecamatan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Blora Arief Rohman, yang mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berperan aktif dalam membangun semangat nasionalisme melalui pembagian bendera menjelang peringatan 17 Agustus 2025.

Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam membangkitkan kembali semangat kebangsaan, terutama di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat turut memeriahkan HUT RI ke-80 ini dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing selama bulan Agustus. Ini bukan hanya simbol, tetapi wujud kecintaan kita kepada bangsa dan negara,” ujar Luluk saat ditemui di kantornya, Jumat (1/8/2025).

Menurut Luluk, semangat nasionalisme harus terus ditumbuhkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, apalagi di tengah tantangan era globalisasi dan digitalisasi yang kadang membuat generasi muda abai terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Momentum peringatan kemerdekaan harus dijadikan saat yang tepat untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan. Mengibarkan bendera di rumah masing-masing adalah bentuk sederhana namun bermakna dalam menghormati jasa mereka,” tambahnya.

Pembagian bendera dilakukan secara bertahap di sejumlah titik strategis, mulai dari pusat keramaian, perkantoran desa, hingga melalui jaringan tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. Total lebih dari 50 bendera telah dibagikan dalam tahap awal ini, dan jumlahnya akan terus bertambah seiring pelaksanaan program di kecamatan-kecamatan lainnya.

Selain itu, Dinsos P3A juga menggandeng Karang Taruna serta perwakilan dari kelompok perempuan dan anak untuk turut serta menyosialisasikan pentingnya mengibarkan bendera selama bulan kemerdekaan, yakni dari 1 hingga 31 Agustus 2025.

Disambut Antusias Warga

Langkah ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Salah satunya Anwar Sidiq, warga Desa Plotot, Kecamatan Blora.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa ikut menyemarakkan hari kemerdekaan. Rasanya bangga bisa turut pasang bendera di depan rumah,” katanya dengan wajah sumringah.

Anwar mengungkapkan bahwa sebelumnya ia tidak memiliki bendera karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, masih banyak warga desa lain yang bernasib sama, sehingga bantuan seperti ini sangat berarti.

“Ini langkah bagus dari pemerintah. Jangan sampai semangat nasionalisme hanya milik warga kota atau yang mampu beli. Kami di desa pun ingin ikut merasakan kemeriahan kemerdekaan,” ujar Anwar.

Bentuk Edukasi Sosial

Kepala Dinsos P3A menambahkan bahwa pembagian bendera ini juga menjadi bagian dari edukasi sosial kepada masyarakat tentang pentingnya peringatan hari kemerdekaan, bukan hanya sebagai seremonial tahunan, tetapi sebagai pengingat sejarah perjuangan dan ajakan untuk terus menjaga persatuan bangsa.

“Kami ingin menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, khususnya di kalangan generasi muda. Karena itu kami libatkan elemen masyarakat yang beragam agar pesan kebangsaan ini bisa tersampaikan secara lebih luas dan menyentuh,” pungkas Luluk.

Ke depan, pihaknya berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan dengan cakupan yang lebih luas, sekaligus menjadikan bulan Agustus sebagai momentum pemberdayaan sosial dan penguatan karakter kebangsaan di masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita