Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Sekda Grobogan Tekankan Peran ASN dalam Mewujudkan Pembangunan 2025–2029 pada Orientasi PPPK

badge-check


					Sekda Grobogan Tekankan Peran ASN dalam Mewujudkan Pembangunan 2025–2029 pada Orientasi PPPK Perbesar

Klikjateng, Grobogan – Sebanyak 789 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Grobogan mengikuti orientasi secara daring pada Rabu (26/11/2025). Dari ruang kerjanya, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, memberikan pemaparan mengenai arah pembangunan daerah lima tahun ke depan sekaligus menegaskan pentingnya peran setiap ASN dalam mendukung visi besar kabupaten.

Sekda Anang membuka pemaparannya dengan memperkenalkan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Grobogan 2025–2029: “Menuju Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Ia menekankan bahwa visi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur birokrasi memahami makna dan arah strategis yang terkandung di dalamnya.

Makna Visi Pembangunan Grobogan 2025–2029

Dalam penjelasannya, Anang menyampaikan tiga pilar utama visi Grobogan:

Maju: daerah mampu tumbuh, bersaing, modern, dan inovatif dalam menyelesaikan masalah publik.

Sejahtera: masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan akses layanan publik yang adil, serta hidup dalam kultur yang beretika dan berakar pada kearifan lokal.

Berkelanjutan: pembangunan berjalan konsisten, menjaga lingkungan, tangguh menghadapi bencana, serta meneruskan capaian pembangunan sebelumnya.

Lima Misi Pembangunan

Dari visi tersebut, lahirlah lima misi strategis yang menjadi dasar kebijakan daerah:

1. Penguatan ekonomi berbasis sektor unggulan,

2. Percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran,

3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia,

4. Pemerataan dan ketangguhan infrastruktur,

5. Tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif.

Sekda menegaskan bahwa misi tersebut bukan sekadar dokumen teknokratis, tetapi arah nyata yang memastikan perubahan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tahapan Pembangunan 2026–2030

Sekda Anang menguraikan tahapan pembangunan daerah secara berjenjang:

2026–2027: peningkatan produktivitas ekonomi dan akselerasi infrastruktur berkelanjutan,

2028–2029: penguatan ekonomi inklusif serta pelayanan publik modern,

2030: terwujudnya Grobogan yang kompetitif, berkeadilan, dan siap menghadapi transformasi pembangunan.

Program Prioritas yang Didorong Pemkab Grobogan

Sejumlah program prioritas menjadi bukti bagaimana visi pembangunan diterjemahkan ke dalam langkah konkret, di antaranya:

Hilirisasi produk pertanian unggulan,

Pemenuhan kebutuhan dasar untuk mempercepat penurunan kemiskinan,

Optimalisasi balai latihan kerja,

Beasiswa pendidikan dan penguatan budaya,

Pembangunan jalan desa dan penanganan banjir,

Peningkatan kualitas birokrasi dengan penguatan core value ASN BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

ASN Dituntut Responsif dan Adaptif

Dalam kesempatan tersebut, Sekda mengingatkan bahwa orientasi PPPK bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan pijakan untuk membentuk budaya kerja yang kuat.

“Setiap ASN punya peran penting agar pembangunan berjalan sesuai tujuan. Kita butuh pelayanan yang responsif, adaptif, dan kesediaan untuk terus meningkatkan kualitas kerja,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada kinerja pemerintah, sehingga setiap tugas ASN—sekecil apa pun—menjadi bagian dari kontribusi besar untuk masa depan Grobogan.

Orientasi sebagai Titik Awal Pengabdian

Bagi para PPPK, pemaparan ini menjadi ruang untuk memahami bagaimana tugas dan tanggung jawab mereka terhubung dengan visi besar daerah. Sekda menekankan bahwa orientasi adalah titik awal untuk bekerja dengan nilai, disiplin, dan komitmen yang selaras dengan arah pembangunan Grobogan.

Di akhir sesi, Anang Armunanto menyimpulkan bahwa pelayanan publik bukan semata-mata soal jabatan yang diemban, melainkan tentang seberapa selaras langkah setiap ASN dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, bertanggung jawab, dan benar-benar hadir bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita