Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) kembali memberangkatkan peserta Program Transmigrasi Tahun 2025. Kali ini, satu keluarga asal Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, dipimpin oleh Bapak Ratno, diberangkatkan menuju Desa Torire, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Disperinnaker Kabupaten Blora, Endro Budi Darmawan, mengatakan bahwa keberangkatan peserta transmigrasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan penduduk dan pengembangan wilayah.
“Peserta berangkat hari ini menuju Semarang untuk bergabung dengan peserta transmigrasi dari daerah lain. Selanjutnya, besok akan melanjutkan perjalanan ke Bandara Juanda Surabaya untuk diterbangkan ke lokasi transmigrasi di Poso,” jelas Endro. Kamis (18/12/2025).

Untuk mendukung kesiapan peserta, Pemerintah Kabupaten Blora bersama sejumlah lembaga memberikan dana saku total sebesar Rp9,5 juta sebagai bekal awal hidup di lokasi baru. Bantuan tersebut bersumber dari berbagai pihak, yakni Bansos APBD Blora sebesar Rp6 juta, Baznas Rp2 juta, Disperinnaker Rp1 juta, serta PKK Rp500 ribu.
Selain dana saku, peserta transmigrasi juga memperoleh jaminan hidup (jadup) selama satu tahun di lokasi tujuan, sebagai bentuk perlindungan sosial selama masa adaptasi.
Endro menjelaskan bahwa peserta transmigrasi telah melalui proses seleksi dan pembekalan yang ketat. Proses tersebut dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, guna memastikan kesiapan fisik, mental, dan keterampilan calon transmigran.
“Peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan di beberapa daerah. Di Semarang untuk pertukangan kayu, Banjarnegara untuk pertanian, serta Yogyakarta dan Cilacap untuk kewirausahaan dan keterampilan lainnya,” terangnya.
Sementara itu, lokasi tujuan transmigrasi di Desa Torire, Kabupaten Poso, dinilai memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Peserta akan mendapatkan lahan seluas dua hektar serta satu unit rumah yang saat ini sudah dalam kondisi berlantai keramik.
“Lingkungan di sana berada di kawasan pegunungan dengan udara sejuk, serta memiliki potensi komoditas unggulan seperti kopi dan cokelat,” tambah Endro.
Dari sisi sosial, adaptasi peserta juga diharapkan berjalan lebih mudah karena sudah terdapat dua keluarga asal Blora yang lebih dahulu menetap di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Blora berharap program transmigrasi ini dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus mendukung pembangunan wilayah tujuan secara berkelanjutan.






