Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Satgas Pangan Blora Intensifkan Pengawasan Jelang 17 Agustus, Cegah Peredaran Beras Oplosan

badge-check


					Satgas Pangan Blora Intensifkan Pengawasan Jelang 17 Agustus, Cegah Peredaran Beras Oplosan Perbesar

Klikjateng, Blora – Maraknya kasus beras oplosan di sejumlah daerah di Indonesia memicu reaksi cepat dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada 17 Agustus mendatang, Satgas Pangan melakukan monitoring intensif terhadap harga dan pasokan kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, selaku ketua Satgas Pangan, menegaskan bahwa timnya telah bergerak ke sejumlah titik strategis, seperti Pasar Rakyat Sido Makmur, Pasar Induk Cepu, Pasar Rakyat Randublatung, dan beberapa pasar lainnya.

“Pasar-pasar ini merupakan pusat distribusi utama kebutuhan pokok masyarakat Blora. Kami ingin memastikan tidak ada praktik curang seperti pengoplosan beras dan penimbunan barang,” ujar AKBP Wawan saat ditemui di Mapolres Blora, Rabu (30/7/2025).

Wawan menambahkan, pengawasan dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti Perum Bulog, instansi terkait, dan para distributor bahan pangan. Fokus utama adalah menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar nasional.

“Kami akan menjaga agar pasokan tetap lancar, terutama menjelang Hari Kemerdekaan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Dalam upaya menjaga keseimbangan pasar, Satgas juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan bahan pokok yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga secara tidak wajar.

“Pedagang diminta menjaga etika usaha dan turut serta mendukung kestabilan pasar demi kepentingan bersama,” tegasnya.

Sementara kepada masyarakat, Satgas Pangan mengajak agar tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Masyarakat diminta membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan.

“Kenali ciri-ciri beras oplosan dan laporkan ke pihak berwenang jika menemukan dugaan pelanggaran. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari produsen hingga konsumen,” imbau AKBP Wawan.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok di Blora masih dalam kondisi aman. Harga komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam terpantau stabil.

“Menjaga kestabilan ekonomi daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat. Dengan saling mendukung dan bertindak jujur, kita ikut membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera, mulai dari pasar rakyat hingga meja makan keluarga,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita