Klikjateng, Blora – RSUD dr. R. Soeprapto Cepu terus melakukan penguatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada tahun 2026 melalui penerapan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan pola pengelolaan tersebut, rumah sakit diharapkan dapat lebih fleksibel dalam meningkatkan mutu layanan serta pengelolaan operasional.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, mengatakan pada tri semester awal tahun 2026 ini pihaknya terus menyiapkan berbagai langkah agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin baik.
“Perkembangan BLUD RSUD pada tri semester awal ini tentunya kami berharap segala usaha yang kami siapkan untuk melayani masyarakat bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, setelah menerapkan sistem BLUD, rumah sakit juga melakukan sejumlah inovasi pelayanan, baik pada area pelayanan maupun penunjang pelayanan. Pada area pelayanan, RSUD Cepu melakukan penambahan kelengkapan sumber daya manusia tenaga kesehatan.
Sementara itu pada area penunjang pelayanan, rumah sakit berupaya memastikan ketersediaan alat kesehatan, obat-obatan, serta bahan medis habis pakai (BMHP) agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan optimal.
Wilys menjelaskan, dengan status BLUD rumah sakit memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan sehingga lebih cepat dalam menjalankan program maupun operasional.
“Dengan fleksibilitas tentunya kami harus lebih hati-hati dalam pengelolaan program dan operasional. Rumah sakit juga bisa lebih cepat untuk melakukan tindakan atau langkah pelayanan,” jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Cepu dan sekitarnya, RSUD Cepu menyiapkan sejumlah strategi pada tahun 2026. Strategi tersebut antara lain pemantapan mutu melalui akreditasi rumah sakit, penguatan mutu eksternal, audit mandiri, serta audit eksternal.
Selain itu, pada tahun ini RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga merencanakan penambahan layanan kesehatan baru. Layanan tersebut meliputi poli kebidanan dan kandungan (obgyn), rehabilitasi medik, serta layanan dokter mata yang akan dibarengi dengan penambahan alat kesehatan pendukung.
Terkait pengelolaan pendapatan dari layanan seperti BPJS maupun pasien umum, pihak rumah sakit memastikan pengelolaannya dilakukan secara seimbang agar operasional dan investasi rumah sakit dapat berjalan dengan baik.
Meski demikian, Wilys mengakui bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan sistem BLUD adalah menjaga stabilitas likuiditas keuangan rumah sakit.
“Tantangan terbesar adalah menjaga likuiditas keuangan agar tetap stabil dan aman,” katanya.
Untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan, RSUD Cepu juga melakukan pengawasan melalui audit internal maupun audit eksternal secara berkala.
Melalui pengelolaan BLUD tersebut, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menargetkan terciptanya pelayanan kesehatan yang lengkap, aman, dan bermutu bagi masyarakat.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Cepu.
“Sesuai motto kami, kami bertekad Anda sehat. Jangan ragu berobat ke RSUD Cepu, karena layanan kami semakin lengkap dan humanis,” pungkasnya.






